Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Bujang Kurap, Pemuda Buruk Rupa yang Jadi Tampan Rupawan, Cerita Rakyat dari Sumatra Selatan

Legenda Bujang Kurap, Pemuda Buruk Rupa yang Jadi Tampan Rupawan, Cerita Rakyat dari Sumatra Selatan

legenda-bujang-kurap,-pemuda-buruk-rupa-yang-jadi-tampan-rupawan,-cerita-rakyat-dari-sumatra-selatan
Legenda Bujang Kurap, Pemuda Buruk Rupa yang Jadi Tampan Rupawan, Cerita Rakyat dari Sumatra Selatan
service

Legenda Bujang Kurap, Pemuda Buruk Rupa yang Jadi Tampan Rupawan, Cerita Rakyat dari Sumatra Selatan | Magnific AI


Legenda Bujang Kurap adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Sumatra Selatan. Legenda ini berkisah tentang seorang pemuda yang menderita penyakit kulit sejak kecil, sehingga dikucilkan oleh masyarakat.

Walau begitu, dirinya tidak menyerah begitu saja. Bujang Kurap terus berusaha hingga berhasil meraih kebahagiaan untuk hidupnya.

Berikut kisah dari legenda Bujang Kurap dalam cerita rakyat Sumatra Selatan.

Legenda Bujang Kurap, Pemuda Buruk Rupa yang Jadi Tampan Rupawan, Cerita Rakyat dari Sumatra Selatan

Dikutip dari artikel Tresiana Sari Diah Utami dan Rani Kurniati, “Pembelajaran Karakter Melalui Cerita Rakyat Bujang Kurap di Sekolah Dasar” yang terbit di Jurnal Didactique, dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda di pedalaman Sumatra Selatan. Pemuda ini memiliki penyakit yang sudah dia derita sejak lahir.

Pemuda tersebut memiliki penyakit kulit kurap yang memenuhi sekujur tubuhnya. Tidak hanya itu, penyakit itu juga membuat tampilannya menjadi menjijikkan.

Akibatnya pemuda tersebut dipandang hina oleh masyarakat. Atas penyakitnya ini pula masyarakat kemudian mengenalnya dengan nama Bujang Kurap.

Meskipun menderita penyakit kulit sejak lama, Bujang Kurap tidak menyalahkan kondisi yang dia alami. Alih-alih bersedih, Bujang Kurap justru bertekad agar bisa menyembuhkan penyakit yang dia derita.

Bujang Kurap pun mengumpulkan informasi dan mencari petunjuk untuk penyakit yang dia derita. Setelah pencarian lama, Bujang Kurap akhirnya menemukan secercah harapan agar bisa sembuh dari penyakit kulit yang dia derita.

Terdapat satu orang sakti yang dikenal memiliki kemampuan yang tinggi. Orang sakti itu bernama Tapak Libok.

Orang sakti itu memiliki perawakan yang tinggi. Kesaktian yang dia miliki pun sudah dikenal seantero negeri.

Bujang Kurap kemudian bertekad untuk menemui Tapak Libok. Setelah semua persediaan tersedia, Bujang Kurap kemudian memutuskan untuk memulai pengembaraan.

Berbagai tempat didatangi oleh Bujang Kurap dalam perjalanannya itu. Namun dirinya belum berhasil menemukan Tapak Libok.

Setelah 30 hari berkelana, barulah Bujang Kurap sampai di lokasi tempat Tapak Libok berada. Sesampainya di sana, Bujang Kurap langsung menyampaikan maksud kedatangannya.

Tapak Libok paham dengan permintaan pemuda yang ada di hadapannya. Orang sakti tersebut bersedia mengobati penyakit yang diderita oleh Bujang Kurap.

Dengan kesaktian yang dia miliki, Tapak Libok berhasil menyembuhkan penyakit Bujang Kurap. Pemuda yang dulunya buruk rupa ini berubah menjadi tampan dan rupawan.

Bujang Kurap berterima kasih atas jasa Tapak Libok. Setelah itu, Bujang Kurap kembali meneruskan pengembaraannya sembari menuntut ilmu ke berbagai macam guru.

Pada suatu masa, raja di kerajaan tempat Bujang Kurap tinggal mengadakan sebuah sayembara. Sang raja menggelar sayembara untuk mencabut pohon yang tumbuh di tengah istana.

Nantinya siapa yang berhasil melakukan hal tersebut akan dinikahkan dengan putrinya. Banyak pemuda yang berdatangan untuk mencoba sayembara itu.

Namun belum ada seorangpun yang berhasil mencabut pohon tersebut. Kabar sayembara ini kemudian sampai di telinga Bujang Kurap.

Dirinya pun mengikuti sayembara tersebut. Berbekal ilmu yang dia miliki, Bujang Kurap bisa dengan mudah mencabut pohon tersebut.

Bujang Kurap akhirnya berhasil memenangkan sayembara. Dirinya kemudian dinikahkan dengan sang putri dan naik takhta menggantikan mertuanya yang sudah lanjut usia.

Kabar tentang keberhasilan Bujang Kurap pun sampai di telinga masyarakat yang dulu mengucilkannya. Masyarakat ini menyesal dan meminta maaf pada Bujang Kurap atas perbuatan yang sudah mereka lakukan dulunya.

Dengan lapang dada, Bujang Kurap menerima permintaan maaf tersebut. Bahkan dirinya merangkul masyarakat untuk saling bahu membahu memajukan kerajaan.

Akhirnya Bujang Kurap berhasil hidup dengan bahagia. Walau memiliki masa lalu yang kelam, Bujang Kurap tidak menyerah dan berhasil mendapatkan hal baik dalam hidupnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.