Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Yipir dan Asparat Sang Penemu Perahu Pertama, Cerita Rakyat dari Papua

Legenda Yipir dan Asparat Sang Penemu Perahu Pertama, Cerita Rakyat dari Papua

legenda-yipir-dan-asparat-sang-penemu-perahu-pertama,-cerita-rakyat-dari-papua
Legenda Yipir dan Asparat Sang Penemu Perahu Pertama, Cerita Rakyat dari Papua
service

8 Juni 2026 17.00 WIB • 2 menit

Legenda Yipir dan Asparat Sang Penemu Perahu Pertama, Cerita Rakyat dari Papua | Magnific AI


Legenda Yipir dan Asparat adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Papua. Legenda ini berkisah tentang dua orang pemuda yang diyakini sebagai pembuat perahu pertama yang ada di Tanah Papua.

Kedua pemuda ini berusaha keras untuk membuat perahu pertama mereka. Butuh waktu lama agar Yipir dan Asparat berhasil menyelesaikan perahu tersebut.

Perahu itu kemudian mereka gunakan untuk memulai perjalanan dan mencari daerah baru. Namun sayang, ada sebuah kejadian yang membuat mereka mesti kehilangan perahu tersebut.

Walau begitu mereka tidak menyerah begitu saja. Kedua ini tetap melanjutkan perjalanan dengan persiapan yang seadanya.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda Yipir dan Asparat sang penemu perahu pertama di Papua tersebut? Simak cerita lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Legenda Yipir dan Asparat Sang Penemu Perahu Pertama, Cerita Rakyat dari Papua

Dikutip dari buku Cerita Rakyat Daerah Irian Jaya, alkisah pada zaman dahulu hiduplah dua orang pemuda bernama Yipir dan Asparat. Mereka berdua adalah orang pertama yang membuat perahu di tanah Papua.

Menurut ceritanya, Yipir dan Asparat membuat perahu berbulan-bulan lamanya. Setelah perahu itu mulai jadi, mereka memasukkannya ke dalam sebuah pondok.

Yipir dan Asparat memagari pondok itu dengan pohon sagu. Hal ini dilakukan agar perahu yang mereka buat tidak terlihat dari luar.

Setelah bentuk perahu mulai nampak, Yipir dan Asparat berniat untuk meresmikan perahu itu. Mereka kemudian meresmikannya dengan memukul batang perahu dengan tongkat.

Meskipun sudah diresmikan, perahu itu belum bisa digunakan. Mereka masih harus mengukir beberapa bagian lagi.

Selain itu, Yipir dan Asparat juga mesti membakar dan mengecat perahu itu. Terakhir, mereka juga menggosokkan kapur berwarna merah di badan perahu tersebut.

Setelah sekian lama, akhirnya perahu mereka jadi juga. Yipir dan Asparat kemudian pergi ke hutan untuk mengambil sagu sebagai bahan pesta yang akan mereka adakan. Pesta untuk menyambut perahu itu kemudian mereka lakukan dengan meriah.

Akhirnya tiba waktu untuk menggunakan perahu tersebut. Yipir dan Asparat menurunkan perahu itu ke Sungai Asewet.

Kedua pemuda ini memulai perjalanan mereka. Setelah berjalan cukup jauh, sampailah perahu itu di Sungai Jet.

Di sana Yipir dan Asparat menepi untuk beristirahat. Tanpa sadar, ada dua orang wanita bernama Amar dan Dafar yang mengincar perahu mereka.

Saat malam tiba, kedua wanita ini mencuri perahu itu. Keesokan harinya, Yipir dan Asparat tidak bisa menemukan perahu mereka.

Akhirnya kedua pemuda ini menggunakan perahu nibung sederhana untuk melanjutkan perjalanan. Mereka sempat sampai di beberapa daerah dan meminta izin untuk tinggal di sana.

Namun tidak ada satupun orang yang mau mengizinkan mereka menetap. Hingga akhirnya sampailah mereka di Sungai Owap.

Di sana kedua pemuda ini sempat turun di Muara Owap. Mereka kemudian membuat sebuah sumur di sana.

Sumur ini dibuat sebagai penanda mereka pernah di sana. Selain itu, sumur itu juga menjadi kenang-kenangan mereka di Sungai Owap.

Masih dengan perahu sederhana, Yipir dan Asparat melanjutkan perjalanan menuju Kokonao. Di sinilah mereka akhirnya menepi dan menetap di sana.

Yipir dan Asparat membuat rumah untuk diri mereka masing-masing. Kedua pemuda ini mengakhiri perjalannya dan memutuskan untuk menetap di sana.

Setelah sekian lama, kedua pemuda ini menghilang begitu saja. Konon Yipir dan Asparat diyakini berubah dan menjelma sebagai roh yang menetap di daerah tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.