Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

lewat-pasrah
Lewat Pasrah
service
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan

Saya salah hitung. Lewat Pasrah Saya pikir guncangnya rupiah dan bursa saham hanya karena tidak adanya kepastian ekonomi akan ke mana. Setelah ada kepastian guncangan akan reda, lalu melandai. Bisa landai terus-menerus bisa juga pelan-pelan naik lagi.

Ternyata, setelah dipastikan ekspor batu bara, sawit, dan besi alloy tetap akan dilakukan oleh satu pintu Danantara rupiah masih juga terus merosot: melewati angka terendah dalam sejarah Republik Indonesia. Indeks saham juga masih turun hampir ke level terendah dalam lima tahun.

Bank bjb Tandamata

Memang masih ada satu kepastian lagi yang ditunggu: MBG. Yakni program yang menguras APBN begitu dalam. Sebagian analis mengatakan itu akan membuat APBN ambruk.

Tapi Kamis lalu kepastian itu sudah ditegaskan: MBG jalan terus. Tetap jadi kebanggaan presiden. Di Amerika pun MBG hanya diberikan kepada murid yang penghasilan orang tuanya kecil. Di Prabowo tidak pandang bulunya murid. Di Amerika siswa yang gaji orang tuanya tidak terlalu kecil sudah harus bayar meski hanya separo harga. Di Indonesia siapa pun dapat gratis tis.

Tapi presiden juga mendengar suara publik. Kepala dan wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dicopot. Lalu ditangkap. Dimasukkan tahanan. Presiden juga terjun sendiri menjadi semacam penyuluh dapur MBG: telur tidak boleh didadar agar tidak dicampuri tepung. Satu ayam tidak boleh dipotong 14 agar tidak terlalu kecil.

Tapi rupiah tetap melemah. Bursa saham belum juga berhenti merosot.

Tentu presiden akan melihat dulu satu dua bulan ke depan. Siapa tahu kejengkelan para pelaku pasar reda. Siapa tahu para pengusaha mau kembali ke prinsip dagang: rugi satu miliar lebih baik daripada rugi Rp10 miliar. Rugi Rp10 miliar lebih baik daripada rugi Rp100 miliar.

Atau: hanya laba satu miliar lebih baik dari laba 100 juta –meski dulunya laba satu miliar. Laba Rp10 miliar lebih baik dari laba satu miliar –meski pun dulu bisa laba Rp100 miliar.

Kondisi sekarang memang beda. Pengusaha batu bara tidak bisa berlaba semaunya lagi. Tinggal tetap melawan atau mulai menerima keadaan.

Lewat Pasrah

Inilah masa penantian yang bisa pendek bisa panjang: menanti perubahan psikologi para pengusahanya.

Dari sikap menolak ke sikap menerima. Di tengahnya ada fase pasrah dulu –legawa. Dari menolak dan jengkel ke fase pasrah.

Setelah pasrah baru ke tahap berikutnya: bisa menerima. Setelah bisa menerima mulailah berpikir: apa yang masih bisa dilakukan meski untungnya tidak sebanyak dulu.

Masa penantian itu kadang lama karena sebagian masih punya tabungan. Sebagian segera bisa menerima karena tidak punya tabungan lagi. Mereka harus tetap hidup. Apalagi punya utang. Sebagian lagi tidak bisa menerima sama sekali karena berharap pemerintah suatu saat akan berganti. Mereka tunggu sampai pemilu akan datang. Kalau perlu pergantian itu dipercepat.

Masih ada faktor teknis. Dengan harga batu bara selama ini yang tinggi biaya operasional sudah telanjur ikut naik. Biaya ini ditanggung oleh pengusaha. Tidak mudah menurunkan biaya operasional: gaji yang sudah keburu tinggi mana bisa diturunkan.

Sawit sebenarnya agak berbeda. Sawit tidak sepenuhnya pemberian alam. Pengusahanya masih harus kerja keras: melakukan pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan. Sedangkan batu bara sepenuhnya sudah ada di bumi pertiwi.

Sawit juga berbeda karena banyaknya petani sawit. Jutaan orang. Harga sawit yang turun akibat ketidakpastian selama ini juga mengganggu petani sawit. Ini yang meresahkan. Turun dari Rp3.400 ke sekitar Rp2.800. Sangat besar. Alasannya: pedagang tidak mau ambil sawit menunggu kepastian kebijakan pemerintah. Imbauan dan pidato tidak akan bisa memperbaiki harga jual petani sawit.

Kini presiden sudah memastikan: program besarnya tetap dijalankan. Yang ditunggu adalah berubahnya kejiwaan para pengusaha dari ”menolak” ke ”menerima” lewat jalan ”pasrah”.

Sebaliknya pemerintah harus menjamin tidak akan terjadi poses yang panjang yang hanya menambah ketidakefisienan saja. Pengusaha itu berbeda dengan pemerintah. Rukun iman pengusaha hanya satu: efisien atau mati. Pemerintah, seboros apa pun tidak bisa mati –maksimal hanya setengah mati.

Pengusaha juga perlu kecepatan. Rukun iman pengusaha lainnya: cepat atau lewat. Sedangkan pemerintah, selambat apa pun tidak akan kalah karena tidak punya pesaing.

Hanya yang cerdas, yang punya kompetensi tinggi dan tidak punya kepentingan pribadi/kelompok lah yang bisa membuat putusan dan langkah yang cepat.

Pengusaha ingin cepat. Kejengkelan pengusaha ibarat Anda mengejar maling, sementara pistolnya dibawa anak buah yang jalannya lambat di belakang Anda.

Kadang pemegang pistol itu sengaja tidak mau mempercepat langkah agar malingnya tidak tertembak.(Dahlan Iskan)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.