Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Logo Harlah ke-76 Diluncurkan, Fatayat NU Usung Semangat Global dan Pemberdayaan Perempuan

Logo Harlah ke-76 Diluncurkan, Fatayat NU Usung Semangat Global dan Pemberdayaan Perempuan

logo-harlah-ke-76-diluncurkan,-fatayat-nu-usung-semangat-global-dan-pemberdayaan-perempuan
Logo Harlah ke-76 Diluncurkan, Fatayat NU Usung Semangat Global dan Pemberdayaan Perempuan
service

Jakarta, NU Online

Fatayat NU resmi memperkenalkan logo Hari Lahir (Harlah) ke-76 yang sarat makna dan mencerminkan arah gerak organisasi ke depan. Pelaksana Tugas Ketua Umum PP Fatayat NU, Dewi Winarti, menyebut logo tersebut bukan sekadar identitas visual, melainkan representasi visi besar pemberdayaan perempuan yang berdaya, berdampak, dan mendunia.

Dewi menjelaskan, desain angka 76 yang saling bertautan menggambarkan sinergi dan fleksibilitas organisasi dalam merespons perubahan zaman. Menurutnya, Fatayat NU terus bergerak adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ukhuwah dan kebersamaan sebagai fondasi utama.

“Angka 76 yang dinamis ini melambangkan bahwa Fatayat NU mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi tetap menjaga keutuhan dan solidaritas organisasi,” ujar Dewi dalam keterangannya, Jumat (18/4/2026).

Ia menuturkan, pemilihan warna hijau dan oranye dalam logo juga memiliki pesan yang kuat. Warna hijau mencerminkan identitas keislaman yang menyejukkan sekaligus simbol pertumbuhan, sedangkan oranye merepresentasikan energi, kreativitas, dan semangat inovasi kader muda Fatayat NU.

Menurut Dewi, perpaduan kedua warna tersebut menggambarkan keseimbangan antara nilai-nilai tradisi dan semangat pembaruan yang terus dihidupkan dalam gerakan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama.

“Hijau adalah akar kita, sementara oranye adalah energi kita untuk terus bergerak dan berinovasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kehadiran ikon bola dunia dalam logo menegaskan komitmen Fatayat NU untuk memperluas kiprah hingga ke tingkat global. Hal ini sejalan dengan misi membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dan kemanusiaan ke ruang internasional.

Dewi menegaskan, Fatayat NU tidak hanya ingin aktif di tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi dalam percakapan global terkait isu perempuan, perdamaian, dan kemanusiaan.

“Fatayat NU harus mampu membawa pesan Islam yang damai dan nilai kemanusiaan ke panggung dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, elemen simpul pita melingkar dalam logo menjadi simbol keberlanjutan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dari masa ke masa sejak berdiri pada 1950 hingga saat ini. Simbol tersebut sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendampingi perempuan di berbagai fase kehidupan.

Dalam kesempatan itu, Dewi juga menyoroti tema besar Harlah ke-76, yakni “Berdaya, Berdampak, Mendunia”, sebagai arah strategis gerakan Fatayat NU ke depan.

“Perempuan Fatayat harus berdaya secara ekonomi, kuat secara intelektual, dan matang secara spiritual. Itu menjadi fondasi untuk dapat memberi dampak nyata,” ujarnya.

Seiring dengan itu, Dewi menekankan pentingnya penguatan struktural organisasi hingga ke akar rumput. Menurutnya, kader penggerak di tingkat bawah menjadi ujung tombak dalam menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan, penguatan kaderisasi dan struktur organisasi dilakukan secara berkelanjutan agar Fatayat NU semakin solid dan responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan.

“Penguatan struktur dan kader menjadi kunci agar gerakan Fatayat NU benar-benar hidup di tengah masyarakat, bukan hanya di tingkat pusat,” katanya.

Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa program pemberdayaan terus didorong untuk memberikan dampak nyata, mulai dari isu kesehatan ibu dan anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan, hingga penguatan literasi digital.

Ia menambahkan, kehadiran Fatayat NU harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kerja-kerja nyata kader di berbagai daerah.

“Fatayat NU tidak boleh hanya hadir sebagai simbol, tetapi harus menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan peluncuran logo dan tema Harlah ke-76 ini, Dewi optimistis Fatayat NU akan semakin memperkuat peran strategisnya, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di panggung internasional sebagai bagian dari gerakan perempuan yang membawa nilai perdamaian dan kemanusiaan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.