Ditulis oleh Syahrianto •
KABARBURSA.COM – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) merombak jajaran direksi dan komisaris di tengah upaya memperkuat momentum pertumbuhan bisnis properti dan kawasan industri.
Perubahan susunan pengurus tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026.
Manajemen LPCK menyebut perubahan pengurus dilakukan untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“Perseroan meyakini bahwa kolaborasi dan kepemimpinan yang solid dari para profesional tersebut akan memberikan nilai tambah signifikan dalam mendorong pertumbuhan bisnis,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi dikutip, Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan tahun buku 2025, termasuk capaian pendapatan sebesar Rp4,52 triliun dan EBITDA Rp381,3 miliar. EBITDA margin perusahaan tercatat sekitar 8 persen terhadap total pendapatan.
Pendapatan LPCK sepanjang 2025 ditopang oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial atau ruko, serta penjualan lahan industri. Selain bisnis properti, segmen pengelolaan kawasan juga ikut menopang kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu.
Dalam susunan baru hasil RUPST, posisi Presiden Komisaris Independen ditempati Didik Junaedi Rachbini. Sementara Agus Arismunandar ditunjuk sebagai Presiden Direktur LPCK.
Selain Agus, jajaran direksi LPCK juga diisi Marshal Martinus Tissadharma dan Indryanarum sebagai direktur. Adapun posisi komisaris lainnya ditempati Hadi Cahyadi, Charles Rigoux, dan George Raymond Zage III.
Di luar perubahan pengurus, RUPST juga menyetujui partisipasi LPCK dalam program pembangunan 3 juta rumah melalui hibah lahan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.
Manajemen menyebut kawasan Cikarang–Bekasi, termasuk area Meikarta di KM34 exit Cibatu, dipilih karena dinilai memiliki kebutuhan hunian yang tinggi. Kawasan tersebut juga ditopang konektivitas infrastruktur dan kedekatan dengan pusat industri nasional.
Menurut perusahaan, langkah hibah lahan tersebut tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan kawasan jangka panjang.
LPCK menilai peningkatan aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan dapat mendorong permintaan residensial maupun komersial ke depan.
“Keputusan ini juga merupakan strategi jangka panjang untuk membuka potensi nilai kawasan melalui peningkatan aktivitas ekonomi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pertumbuhan permintaan terhadap produk residensial dan komersial di sekitarnya,” tulis manajemen.
LPCK saat ini mengembangkan Lippo Cikarang Cosmopolis di atas lahan sekitar 3.250 hektare. Hingga kini perusahaan telah membangun lebih dari 21.967 rumah dengan populasi sekitar 77.943 jiwa di kawasan tersebut.
Kawasan industri Lippo Cikarang juga menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 1.627 fasilitas manufaktur dan aktivitas pekerja harian mencapai lebih dari 759 ribu orang.
LPCK merupakan anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yang bergerak di sektor real estate, layanan kesehatan, dan gaya hidup di berbagai wilayah Indonesia.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.