Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. LPEM UI: Transjakarta Pangkas Polusi hingga Hemat Biaya Kesehatan Rp3,79 Triliun

LPEM UI: Transjakarta Pangkas Polusi hingga Hemat Biaya Kesehatan Rp3,79 Triliun

lpem-ui:-transjakarta-pangkas-polusi-hingga-hemat-biaya-kesehatan-rp3,79-triliun
LPEM UI: Transjakarta Pangkas Polusi hingga Hemat Biaya Kesehatan Rp3,79 Triliun
service

KABARBURSA.COM – Selama ini Transjakarta lebih sering dipandang sebagai solusi untuk mengurai kemacetan Jakarta. Namun, manfaat transportasi publik itu ternyata tidak berhenti pada urusan mobilitas. Kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan, keberadaan Transjakarta juga menghasilkan manfaat ekonomi melalui penurunan polusi udara yang berdampak pada penghematan biaya kesehatan hingga Rp3,79 triliun setiap tahun.

Temuan tersebut tertuang dalam policy brief bertajuk Transjakarta Menggerakkan Ekonomi, Mengurangi Polusi, Mengurai Kemacetan yang disusun oleh Muhammad Halley Yudhistira, Ph.D., Yusuf Reza Kurniawan, Yusuf Sofiyandi, Utomo Noor Rachmanto, Firli Wulansari Wahyuputri, Giani Raras, dan Sarah Nurul Izzati dari Kelompok Kajian Transportasi, Real Estate, dan Studi Perkotaan LPEM FEB UI. Kajian ini mengevaluasi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan layanan Transjakarta sepanjang periode 2015 hingga 2024 menggunakan berbagai data resmi, mulai dari PT Transportasi Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam policy brief tersebut, para peneliti menegaskan manfaat Transjakarta tidak hanya tercermin dari jumlah penumpang ataupun besarnya subsidi yang diberikan pemerintah.

“Keberadaan Transjakarta juga berkontribusi langsung pada perbaikan kualitas udara. Analisis kualitas udara menunjukkan bahwa konsentrasi polutan utama seperti karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan partikulat halus (PM₂.₅) mengalami penurunan di wilayah yang dilayani Transjakarta,” tulis para peneliti dalam artikel yang dilihat Jumat, 26 Juni 2026.

Secara sederhana, mekanismenya berawal dari meningkatnya penggunaan transportasi umum. Ketika lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke Transjakarta, konsumsi bahan bakar fosil ikut berkurang sehingga emisi kendaraan menurun. Dampaknya, konsentrasi berbagai polutan di udara ikut menyusut dan risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi menjadi lebih rendah.

Empat jenis polutan yang disebut dalam kajian tersebut memang selama ini menjadi perhatian utama dalam isu kualitas udara perkotaan. Partikulat halus PM₂.₅ diketahui mampu masuk hingga ke paru-paru bahkan aliran darah sehingga meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular.

Sementara karbon monoksida dapat mengurangi kemampuan darah mengangkut oksigen, nitrogen dioksida memicu iritasi saluran pernapasan dan memperburuk asma, sedangkan sulfur dioksida berkontribusi terhadap gangguan paru-paru, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Menurut para peneliti, penurunan konsentrasi polutan tersebut memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. “Penurunan ini memberikan manfaat ekonomi yang besar berupa penghematan biaya kesehatan akibat paparan polutan sekitar Rp3,79 triliun per tahun, atau setara dengan 0,12 persen PDRB DKI Jakarta,” tulis mereka.

Kajian itu juga menyoroti manfaat lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi mobilitas. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan transportasi massal, semakin kecil pula tekanan kendaraan pribadi terhadap jaringan jalan di Jakarta. “Selain perbaikan kualitas udara, Transjakarta juga berperan mengurangi tingkat kemacetan,” katanya.

Efeknya tidak hanya dirasakan pengguna Transjakarta, tetapi juga para komuter secara umum. LPEM FEB UI memperkirakan efisiensi perjalanan yang tercipta memiliki nilai ekonomi tersendiri. “Total penghematan waktu perjalanan komuter Jabodetabek yang beraktivitas di Kota Jakarta mencapai lebih dari 1,8 juta jam per tahun, dengan nilai ekonomi setara Rp111 miliar per tahun,” ujarnya.

Meski demikian, para peneliti menilai manfaat tersebut masih dapat ditingkatkan. Dalam policy brief itu, LPEM FEB UI merekomendasikan percepatan konversi armada Transjakarta dari bus berbahan bakar minyak menuju bus listrik agar penurunan emisi karbon berlangsung lebih cepat. Selain itu, pemerintah juga didorong menambah dan mengoptimalkan jalur khusus bus serta menata ulang rute layanan sehingga Transjakarta menjadi lebih cepat dan andal.

Menurut kajian tersebut, langkah-langkah itu akan mendorong semakin banyak pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik. Pada akhirnya, manfaat ekonomi, lingkungan, dan kesehatan yang dihasilkan Transjakarta tidak hanya melampaui biaya subsidi yang dikeluarkan pemerintah, tetapi juga memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.