Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Sebulan, Pemerintah Benahi Penyalahgunaan Program MBG dan Rapikan Data Fiktif SPPG

Sebulan, Pemerintah Benahi Penyalahgunaan Program MBG dan Rapikan Data Fiktif SPPG

sebulan,-pemerintah-benahi-penyalahgunaan-program-mbg-dan-rapikan-data-fiktif-sppg
Sebulan, Pemerintah Benahi Penyalahgunaan Program MBG dan Rapikan Data Fiktif SPPG
service

Jakarta, NU Online

Pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta waktu satu bulan terus membenahi carut-marut yang ada selama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung. Hal itu disampaikannya usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/7/2026).

“Mengenai MBG, akan menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau penyalahgunaan. Kami minta waktu satu bulan, ya, satu bulan lagi, satu bulan untuk menyelesaikan merapikan,” jelasnya saat jumpa pers usai pertemuan tersebut.

Zulhas menegaskan, selama satu bulan itu pemerintah akan fokus membenahi penyalahgunaan Program MBG, merapikan data fiktif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga mendata titik yang layak menerima.

“Banyak ya, yang penyalahgunaan, kemudian titik-titik yang sudah layak menerima, kemudian sudah begitu banyak titik yang sudah ditentukan tetapi belum ada SPPG-nya,” katanya.

Zulhas mengatakan pemerintah sedang mengkaji berbagai persoalan dalam pelaksanaan Program MBG sekaligus menyiapkan langkah perbaikannya. Hasil kajian tersebut, katanya, akan dilaporkan kepada Presiden untuk diputuskan lebih lanjut.

“Setelah itu, langkah-langkah berikutnya, kami akan laporkan Bapak Presiden untuk nanti diputuskan, diberi arahan seperti apa keputusan akhirnya. Tetapi kami akan mengkaji lebih mendalam satu bulan dari hari ini,” jelasnya.

Diketahui, Program MBG tengah menjadi sorotan setelah tiga pimpinan BGN ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua wakilnya ditahan usai dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026) malam.

Sementara itu, Kuasa hukum Pemohon perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026 Abdul Hakim melihat bahwa pencopotan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) belumlah cukup. Ia menegaskan, harus dibuktikan melalui perbaikan yang nyata secara sistemik di lapangan. 

“Keberhasilan langkah ini harus diukur dari perbaikan nyata di lapangan, bukan sekadar pergantian jabatan,” katanya kepada NU Online pada Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam tata kelola pemerintahan, pergantian pejabat merupakan hak prerogatif yang dapat dilakukan untuk memastikan program strategis nasional berjalan secara efektif. Namun, menurutnya, pergantian personel semata tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan yang ada.  

“Yang lebih penting adalah pembenahan sistem, pengawasan, tata kelola anggaran, rantai pasok, serta mekanisme evaluasi program,” jelasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.