Jakarta, Arina.id—Sejumlah tokoh yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkumpul dalam peluncuran buku terbaru Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma’ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.
Momen itu menyita perhatian karena berlangsung hanya beberapa pekan menjelang Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Syuhud, Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Imam Jazuli pengasuh pesantren Bina Insan Mulia Cirebon.
Saat prosesi penyerahan buku, Kiai Ma’ruf Amin menyerahkan langsung buku karyanya kepada masing-masing bakal calon sebagai cendera mata.
Dalam sambutannya, Kiai Ma’ruf mengaku bersyukur karena para tokoh yang disebut-sebut akan berkontestasi pada Muktamar NU turut menghadiri peluncuran bukunya.
“Selain Ketua Umum juga banyak calon ketua umum. Ada yang diumumkan, ada yang sudah deklarasi. Ada yang belum deklarasi. Saya ingin menyampaikan terima kasih,” ujar Kiai Ma’ruf.
Hadir pula jajaran tokoh nasional lainnya, di antaranya Sekjen Kemenag RI Prof Kamaruddin Amin, Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Ketua Kopnus Syariah Abdul Kholid Soleh, Wasekjend MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin, serta Wasekjend MUI Bidang Infokomdigi Dr Asrori S Karni.
Buku setebal lebih dari 600 halaman ini hadir pada momen yang disebut para pengamat sebagai “krusial” bagi perjalanan organisasi Islam terbesar di dunia itu. Muktamar ke-35 NU akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
Buku yang ditulis Hj. Siti Haniatunnisa dan H. Muhammad Zainal Arifin itu mengupas tuntas tiga pilar utama yang menurut Kiai Ma’ruf harus menjadi fondasi NU: fikroh (cara berpikir) , manhaj (metode), dan harakah (gerakan).





Comments are closed.