Wed,5 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Pendiri Alvara: Siapa Pun Pemimpin NU Ke Depan Harus Punya 3 Modal Ini

Pendiri Alvara: Siapa Pun Pemimpin NU Ke Depan Harus Punya 3 Modal Ini

pendiri-alvara:-siapa-pun-pemimpin-nu-ke-depan-harus-punya-3-modal-ini
Pendiri Alvara: Siapa Pun Pemimpin NU Ke Depan Harus Punya 3 Modal Ini
service

Jakarta, Arina.id—Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terpilih dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada 27—31 Agustus 2026 di Tambakberas Jombang diharapkan memiliki tiga modal utama agar mampu membawa organisasi menjawab tantangan zaman.

Direktur Eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan pemimpin NU pertama-tama harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap dinamika yang sedang dan akan dihadapi, baik dalam konteks internal NU maupun perkembangan Indonesia secara keseluruhan.

“Dia harus paham dan mengerti tentang apa yang sedang terjadi dan akan terjadi baik dalam konteks NU maupun Indonesia. Dia harus paham kira-kira landscape NU dalam lima tahun, 10 tahun ke depan seperti apa,” ujar Cak Hasan dalam podcast bersama Cak Nanto dikanal Aktual Forum dikutip Rabu (5/8). 

Kedua, calon pemimpin NU juga harus memiliki gagasan dan visi yang jelas mengenai arah organisasi. Menurutnya, visi menjadi fondasi penting agar NU mampu beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung.

“Kedua, harus punya gagasan dan visi di tengah dia paham perubahan yang terjadi. Dia harus paham ide gagasan untuk menjawab NU mau dibawa ke mana. Melihat dari perubahan landscape yang terjadi,” bebernya.

Kriteria ketiga, pemimpin NU punya kemampuan mengorkestrasi seluruh sumber daya yang dimiliki NU, mulai dari sumber daya manusia, perangkat organisasi, badan otonom (banom), hingga berbagai lembaga yang berada di bawah naungan NU.

“Dia harus mampu menggerakkan itu, bisa menjadi orkestrator atas berbagai sumber daya yang ada,” jelasnya.

Ketiga kompenan ini, kata Cak Hasan, harus dikuasai semua bakal calon ketua umum PBNU yang akan maju digelanggang Muktamar NU di Tambakberas Jombang.

“Tiga komponen ini menurut saya tidak bisa hanya dipilih salah satu. Tiga-tiganya harus dimiliki oleh siapapun yang akan memimpin,” jelasnya.

Hasanuddin juga menegaskan bahwa NU tidak bisa menghindari perubahan yang terjadi di masyarakat. NU harus terlibat aktif dalam menjawab berbagai tantangan, termasuk menyiapkan program untuk generasi muda.

“NU mau tidak mau harus terjun ke situ. Contohnya pesantren. Banyak anak muda yang memilih belajar di pesantren, termasuk di Tebuireng. Ini menunjukkan NU memiliki modal besar untuk menyiapkan generasi masa depan,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.