Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. MBG ciptakan ekosistem kerja baru hingga ke pelosok negeri

MBG ciptakan ekosistem kerja baru hingga ke pelosok negeri

mbg-ciptakan-ekosistem-kerja-baru-hingga-ke-pelosok-negeri
MBG ciptakan ekosistem kerja baru hingga ke pelosok negeri
service

Jakarta (ANTARA) – Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Karimah Muhammad menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menciptakan ekosistem kerja baru hingga ke seluruh pelosok negeri.

“MBG bukan sekadar program makan siang, melainkan ekosistem kerja dengan 28.390 kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan lebih dari 1,1 juta penjamah makanan, pengemudi, petugas kebersihan, keamanan, dan lapangan, yang seluruhnya menggantungkan penghasilan pada keberlangsungan SPPG,” katanya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Karimah mengemukakan menghentikan Program MBG juga berarti menghilangkan nafkah lebih dari satu juta orang yang bekerja demi peningkatan kualitas program peningkatan gizi nasional tersebut.

Baca juga: KPPG: 142 SPPG perkuat program Makan Bergizi Gratis di Bengkulu

Ia menyampaikan beberapa penyesuaian atau refocusing serta penghematan program optimalisasi MBG yang mencakup no school days, no MBG yang artinya penerima manfaat di sekolah hanya menerima makanan di hari aktif pembelajaran dengan penyesuaian jadwal distribusi, penutupan SPPG bermasalah, hingga penyatuan atau merger SPPG di bawah standar luas 400 meter persegi.

“Selain itu, kami juga terus melakukan perbaikan tata kelola secara menyeluruh. Pembenahan sistemik ini agar MBG berjalan lebih kuat, efisien, dan tepat sasaran,” ucap Karimah.

Menurutnya, Program MBG telah menjangkau puluhan juta anak setiap hari di sekolah dan posyandu di seluruh Indonesia, bahkan pasca-refocusing yang akan mengurangi sekitar 20 juta penerima dari SMA swasta, sekolah elit, dan sekolah berasrama atau boarding school.

“Masih tersisa lebih dari 40 juta penerima manfaat yang bergantung pada program ini,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah mendorong SPPG untuk memberdayakan Sentra Produksi Rakyat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemasok pangan lokal untuk memperkuat rantai pasok program MBG.

Menurut dia, langkah tersebut bertujuan memperbaiki rantai pasok dan meningkatkan kapasitas logistik program MBG sekaligus memastikan bahan pangan diserap langsung dari produsen di sekitar lokasi SPPG.

Baca juga: Menkeu dorong MBG libatkan BUMDes hingga UMKM perkuat rantai pasok

Baca juga: Distribusi MBG kembali jalan, BGN pastikan kualitas layanan meningkat

“Pemerintah mendorong SPPG untuk memberdayakan Sentra Produksi Rakyat, BUMDes, UMKM, serta penyedia lokal untuk menyerap bahan pangan langsung dari petani, peternak, dan nelayan di sekitar lokasi SPPG,” ujar Purbaya saat menanggapi pandangan salah satu fraksi dalam Rapat Paripurna DPR Ke-25 Masa Persidangan V di Jakarta, Selasa.

Ia mengakui masih ada tantangan pada tahap awal pelaksanaan program MBG. Tantangan itu masih bertumpu pada kesiapan rantai pasok, jalur distribusi pangan, dan kapasitas logistik, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.