Sat,5 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Menengok Masjid Indonesia di Bangkok yang Dibangun Keturunan Indonesia

Menengok Masjid Indonesia di Bangkok yang Dibangun Keturunan Indonesia

menengok-masjid-indonesia-di-bangkok-yang-dibangun-keturunan-indonesia
Menengok Masjid Indonesia di Bangkok yang Dibangun Keturunan Indonesia
service

3 September 2026 23.46 WIB • 2 menit

Masjid Indonesia di Bangkok | Chainwit./WikimediaCommons


Bangkok tidak hanya terkenal dengan kuil-kuil megahnya. Ibu kota Tailan ini ternyata juga menyimpan jejak Muslim Nusantara.

Di tengah hiruk-pikuknya, berdiri sebuah tempat ibadah bernama Masjid Indonesia. Masjid ini menjadi tempat beribadah warga Muslim setempat maupun wisatawan.

Tempat ibadah ini berada di gang Polo 5 Alley, Lumphini, Distrik Pathum Wan, Bangkok. Lokasinya berada tidak jauh dari Witthayu Road atau Wireless Road, sebuah kawasan bisnis yang sibuk di pusat kota. Posisi masjid ini juga sangat dekat dengan jalur hijau Green Mile yang menghubungkan Taman Lumphini dan Benjakitti.

Akses menuju lokasi masjid dapat ditempuh dengan mudah hanya berjalan kaki sekitar 200 meter menyusuri Soi Polo. Di sepanjang gang yang sempit ini, terdapat deretan rumah tinggal warga serta beberapa warung makanan berlogo halal.

Dibangun di Atas Tanah Wakaf Keturunan Indonesia

Masjid Indonesia didirikan pada tahun 1949 di atas tanah wakaf warga keturunan Indonesia. Tokoh yang memimpin pendirian dan pembangunannya saat itu adalah Al-Marhum Haji Salae. Dengan izin dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, rumah ibadah ini resmi dinamakan Masjid Indonesia.

Pada awal pembangunannya, warga sekitar mendirikan sebuah struktur kayu sederhana untuk ibadah salat harian. Renovasi berkala kemudian dilakukan dari waktu ke waktu untuk mengganti dinding kayu menjadi bangunan beton yang lebih kokoh. Meski terus dipugar, batas tanah wakaf aslinya tidak pernah berubah sejak pertama kali diserahkan.

Keberadaan masjid ini menambah daftar panjang bukti sejarah peradaban diaspora Jawa di ibu kota Tailan. Selain tempat ini, terdapat pula Masjid Jawa di Sathorn yang juga dibangun oleh keturunan Jawa.

Masjid Jawa sendiri memang terletak di Kampung Jawa yang dihuni oleh masyarakat keturunan Jawa. Sosok penting di balik pendirian masjid ini adalah Haji Muhammad Saleh, mertua pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Bahkan, keturunan KH Dahlan pun masih ada yang tinggal di sekitar masjid yang konon sudah ada sejak tahun 1906 ini.

📷 Instagram Embed

https://

(Preview akan muncul di halaman artikel)

Desain Arsitektur Hijau Tiga Lantai

Dari luar gang, bangunan masjid ini sangat mudah dikenali karena dicat dengan kombinasi warna hijau dan putih. Atap bangunan beton ini dilengkapi dengan kubah kecil berwarna hijau yang khas. Di bagian depan, terdapat halaman semen berpaving dengan pagar besi hijau serta tempat wudu berubin bersih.

Masjid ini memiliki struktur beton modern yang terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar berfungsi sebagai area masuk utama, sedangkan lantai dua dan lantai tiga digunakan untuk tempat salat berjamaah. Khusus untuk mimbar khotbah utama diletakkan di lantai paling atas atau lantai tiga.

Walaupun bagian dalam masjid tidak terlalu luas, ruangan salat ini tetap terasa sejuk dan sangat nyaman. Hal ini menjadikannya tempat yang sangat cocok untuk beribadah sekaligus beristirahat sejenak di tengah panasnya kota Bangkok.

Selain sejarahnya yang unik, masjid ini aktif digunakan untuk salat lima waktu, salat Jumat, belajar agama, hingga perayaan hari besar. Uniknya, jemaahnya bukan hanya berasal dari warga setempat, tapi juga pegawai Kedutaan Besar Malaysia yang lokasinya berdekatan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.