Sun,6 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Ninik, Permainan Tradisional dari Bengkulu yang Terinspirasi dari Cerita Rakyat

Ninik, Permainan Tradisional dari Bengkulu yang Terinspirasi dari Cerita Rakyat

ninik,-permainan-tradisional-dari-bengkulu-yang-terinspirasi-dari-cerita-rakyat
Ninik, Permainan Tradisional dari Bengkulu yang Terinspirasi dari Cerita Rakyat
service

5 September 2026 11.00 WIB • 2 menit

Ninik, Permainan Tradisional dari Bengkulu yang Terinspirasi dari Cerita Rakyat | Magnific AI


Di daerah Bengkulu, ada sebuah permainan tradisional yang tercipta dari cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat. Permainan tradisional khas Bengkulu tersebut bernama ninik.

Keberadaan permainan tradisional ini mungkin sudah tidak semasif dulunya lagi. Walau begitu, wawasan terkait permainan tradisional khas Bengkulu tersebut bisa terus diwariskan untuk generasi yang akan datang.

Apalagi permainan ninik ini cukup simpel dan mudah untuk dimainkan. Terlebih permainan tradisional tersebut bisa menjadi wadah interaksi anak-anak dengan teman sebayanya, sebab dibutuhkan beberapa orang pemain agar permainan tersebut dapat dimainkan.

Bagaimana pembahasan lengkap seputar permainan tradisional khas Bengkulu tersebut? Berikut ulasannya.

Sekilas tentang Ninik, Permainan Tradisional dari Bengkulu

Dinukil GNFI dari buku Seno Undri Rahmadona yang berjudul Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya: Permainan Tradisional Anak Bengkulu, ninik merupakan salah satu permainan tradisional khas yang berasal dari daerah Bengkulu. Nama permainan ini berasal dari bahasa Rejang, yang berarti nenek.

Menurut riwayatnya, permainan ninik ini sudah berkembang di tengah masyarakat sejak lama. Bahkan permainan tradisional tersebut diketahui terinspirasi dari sebuah cerita rakyat.

Dikisahkan pada zaman dahulu ada seorang nenek laki-laki yang ditinggal oleh istrinya. Dirinya hanya hidup sebatang kara tanpa dikaruniai anak sebelumnya.

Semua pekerjaan rumah dilakukan oleh nenek laki-laki tersebut. Tidak ada seorangpun yang bisa membantunya, termasuk untuk memasak makanan.

Oleh sebab itu, nenek tersebut berniat untuk mencari pembantu tukang masak. Pada suatu hari, lewatlah tujuh orang gadis di rumah sang nenek.

Percakapan pun terjadi di antara mereka. Hingga akhirnya, sang nenek tertarik untuk menjadikan salah satu di antara mereka untuk menjadi tukang masak di sana.

Dari cerita inilah, permainan ninik kemudian tercipta. Proses bermainnya pun juga mirip dengan alur yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut.

Persiapan Sebelum Bermain

Untuk bermain ninik, dibutuhkan setidaknya 8 orang pemain. Satu pemain akan bertugas menjadi ninik.

Sementara itu, 7 pemain lainnya akan bertugas menjadi putri yang datang di sekelilingnya. Setelah semua pemain berkumpul, maka mereka perlu mencari satu wadah yang diumpamakan sebagai tungku memasak.

Terakhir, para pemain mesti menentukan area permainan. Biasanya permainan ninik dimainkan bersama di area terbuka, seperti pekarangan rumah atau lapangan.

Jika semua persiapan sudah tersedia, maka proses bermain bisa langsung dimulai saat itu juga.

Proses Bermain

Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan saat bermain ninik, yakni.

  • Pertama, pemain yang bertugas menjadi ninik akan duduk di tengah area bermain sambil mengaduk wadah layaknya sedang memasak.
  • Setelah itu, datang ketujuh putri yang berjalan mengitari sang nenek.
  • Para putri ini akan bertanya sambil bernyanyi, “Nik, nik, ninik, gen uleek kumu ninik,” (Nenek, apa kerjamu nenek).
  • Kemudian sang nenek akan menjawab, “Kemsok bubua dewai,” (Memasak bubur jewawut).
  • Nantinya para putri akan membalas, “Bi masok nik?” (Sudah masak nek?) dan dilanjut dengan, “Bagiak didik nik,” (Minta sedikit nek).
  • Setelah itu, sang nenek akan membagikan makanan tersebut satu per satu ke semua putri.
  • Ketika semua sudah mendapatkan bagian, para putri ini kemudian menanyakan keluarga sang nenek lainnya.
  • Nenek tersebut kemudian menjawab jika dia tidak memiliki keluarga dan ingin mencari tukang masak untuk membantunya.
  • Sang nenek kemudian menunjuk salah seorang putri untuk menjadi tukang masak.
  • Pada tahap ini, putri lainnya mesti berdiri melingkari yang ditunjuk oleh sang nenek.
  • Sementara itu, sang nenek mesti berusaha menerobos masuk untuk menangkapnya.
  • Jika pemain tersebut berhasil tertangkap, maka dia akan menjadi sang nenek pada giliran berikutnya.
  • Tahap bermain ini akan terus berjalan hingga semua pemain sepakat untuk menyelesaikan permainan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.