Krisis iklim bukan lagi isu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Dampaknya semakin nyata, mulai dari cuaca ekstrem hingga ancaman terhadap lingkungan hidup, dan kualitas hidup manusia.
Melalui momentum kampanye Beyond the Hour, WWF-Indonesia yang didukung oleh Tencent menyelenggarakan Talkshow Mindful Gaming sebagai ruang diskusi yang menghubungkan isu lingkungan dengan dunia gaming dan budaya digital generasi muda. Acara ini didukung oleh influencer gamer yaitu Chibeg, Curly, Hitman, dan Ravon.
Kegiatan yang berlangsung di Point Arena Gaming House, Tendean, Jakarta, 19 Mei 2026 ini mengajak komunitas gamer dan streamer, hingga komunitas e-sports. Menjadi salah satu kelompok yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk percakapan dan tren di kalangan orang muda.
Perkembangan industri gaming dan ekosistem digital menunjukkan bahwa gamer bukan sekadar hiburan konsumen, tetapi juga komunitas yang mampu membentuk tren, membangun solidaritas, dan menyebarkan pesan positif secara luas. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi mengenai isu iklim perlu hadir dengan cara yang relevan dengan ruang aktivitas generasi muda.
Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII pada Agustus 2025, menemukan bahwa rata-rata orang Indonesia hanya bermain game online selama 1-2 jam per hari. Jika dikonversikan, aktivitas tersebut menghasilkan emisi karbon sebesar kurang lebih 70–150 g CO₂e/jam.
Ronny, yang dikenal dengan panggilan Chibeg mengungkapkan, “Jujur, awalnya saya tidak peduli dan sering membiarkan charger tetap terpasang atau lupa mematikan lampu. Namun, setelah mengenal WWF-Indonesia saya baru sadar bahwa kebiasaan kecil tersebut mempengaruhi bumi. Karena itu, saya ingin mulai berubah dan belajar lebih banyak tentang lingkungan.”
Muhammad Hendriansyah atau yang dikenal dengan nama streamer Hitman juga mengatakan bahwa, “Saya akan mulai mengatur AC pada suhu ideal, dan mencabut charger dari stop kontak.”
Senada dengan Hitman, Riddo atau yang dikenal dengan nama Curly mengatakan, “Sepertinya saya kedepannya akan mengganti peralatan listrik yang hemat energi.” Lebih lanjut Curly mengatakan, “Satu jam untuk bumi perlu ditanamkan mulai dari individu masing-masing, mulai dari hal kecil dulu yang bisa kita lakukan.”
Pesan serupa juga disampaikan oleh Randy Avon atau Ravon yang mengungkapkan, “Mari kita melakukan hal kecil yang bisa kita lakukan seperti mencabut charger dari stop kontak, dan mematikan lampu jika tidak digunakan.”
Pada diskusi ini, peserta diajak memahami keterkaitan antara isu krisis iklim dengan dunia gaming hingga pentingnya aksi sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk mendukung lingkungan sebagai bagian dari gerakan Beyond the Hour.
Beyond the Hour merupakan seruan lanjutan dari kampanye Earth Hour. Kampanye ini ingin mendorong aksi yang lebih panjang dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan melibatkan komunitas digital yang memiliki pengaruh besar terhadap percakapan publik.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun narasi bahwa aksi lingkungan dapat dilakukan oleh siapa saja dan dari ruang apa saja. Harapannya, diskusi ini dapat meningkatkan kesadaran serta mendorong keterlibatan anak muda dalam aksi-aksi berkelanjutan untuk bumi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, akan diadakan pula sesi live streaming bersama Chibeg, Curly, Hitman, dan Ravon pada 22 Mei 2026, yang juga bertepatan dengan hari keanekaragaman hayati, untuk mengundang lebih banyak audiens digital untuk ikut terlibat dalam percakapan mengenai gaya hidup berkelanjutan dan aksi iklim melalui dunia gaming.





Comments are closed.