Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menyoal Keamanan Pangan, Belajar dari Cemaran Radioaktif Cikande

Menyoal Keamanan Pangan, Belajar dari Cemaran Radioaktif Cikande

menyoal-keamanan-pangan,-belajar-dari-cemaran-radioaktif-cikande
Menyoal Keamanan Pangan, Belajar dari Cemaran Radioaktif Cikande
service

  “Udang beku Indonesia mengandung zat radioaktif.” Begitu informasi yang mengejutkan pertengahan Agustus lalu.  Otoritas pangan Amerika Serikat menolak ekspor udang beku PT Bahari Makmur Sejahtera (BMS Foods) yang berasal dari pabrik di Kawasan Industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, karena menemukan paparan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137). Pemerintah membentuk satuan tugas lintas kementerian dan lembaga lalu menelusuri ternyata di sekitar pabrik BMS itu ada rongsokan dengan sampah logam bekas mengandung zat radioaktif ini. Satgas menemukan, generator, palet, dan drum logam di beberapa pabrik menunjukkan tingkat radiasi di atas ambang batas aman. Penelusuran lanjutan ada enam titik, salah satunya sumber lokal dari pabrik peleburan logam, PT Peter Metal Technology (PMT). Kemudian makin luas, 10 titik, lalu 32 titik!  Sebanyak 22 pabrik di dalam kawasan Cikande dan 10 lapak rongsokan di sekitar kawasan jadi sumber zat berbahaya ini. Pemerintah berupaya melakukan pengawasan kendaraan keluar masuk kawasan industri dengan pasang alat deteksi. Terlepas dari berbagai upaya, soal keamanan produk pangan yang beredar menjadi salah satu hal yang harus jadi perhatian pemerintah. Ahmad Martin Hadiwinata, Koordinator Nasional FIAN Indonesia menyerukan, pemerintah memperketat aturan serta pengawasan di sektor industri pangan. Dia menekankan, keamanan pangan bukan hanya persoalan kualitas produk, melainkan juga perlindungan kesehatan masyarakat dan kedaulatan negara. Menurut dia, kontaminasi ini tidak hanya berdampak pada reputasi ekspor, juga berisiko menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan jangka panjang konsumen. Terutama jika bahan pangan terpapar radiasi tanpa disadari. Kasus ini,  sebenarnya dampak dari kebijakan pemerintah yang melonggarkan perizinan melalui Undang-undang Cipta Kerja. Kemudahan perizinan juga berisiko melemahkan perlindungan terhadap…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.