Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menyoal NDC Kedua Indonesia

Menyoal NDC Kedua Indonesia

menyoal-ndc-kedua-indonesia
Menyoal NDC Kedua Indonesia
service

  Organisasi masyarakat sipil ramai-ramai mengkritik dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang sudah pemerintah serahkan pada Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC), 27 Oktober lalu. Berbagai kalangan menilai, komitmen iklim terlalu teknis dan tidak memiliki target ambisius. Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup  menyebut, dokumen SNDC justru lebih ambisius ketimbang ENDC, karena mandat dari Dubai Climate Pact. Pemerintah pun, katanya, menyentuh kembali dokumen Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience Compatible with Paris Agreement. Kemudian, menentukan angka penurunan emisi untuk tahun 2030 menjadi 1,3 Gt CO2e untuk pertumbuhan ekonomi rendah (low ambition), dan jadi 1,4 Gt CO2e untuk pertumbuhan ekonomi tinggi (high ambition). Angka ini, katanya, lebih ambisius dari ENDC yang hanya mampu turunkan emisi jadi 1,6 Gt CO2e dengan dukungan internasional atau 1,7 Gt CO2e dengan usaha sendiri. Pemerintah sendiri memproyeksikan emisi Business As Usual (BAU) tahun 2030 mencapai 2,8 Gt CO2e. “Kalau kita lihat angkanya, maka angka ini cukup ambisius meskipun belum memenuhi Dubai Climate Pact atau Global Stocktake,” ucapnya di Jakarta, 28 Oktober. Dokumen SNDC, katanya, belum menyatakan Indonesia mencapai puncak emisi di 2035, terutama sektor energi yang baru akan capai puncak emisi pada 2038. Namun, ada penguatan sektor penyerapan di Forest and others Land Use (FoLU). “Jadi FoLU diproyeksikan di tahun 2035 harus mampu -2,06 juta ton CO2e. Artinya harus ada kegiatan reforestasi yang lebih tinggi daripada deforestasinya.” Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat membuka acara di Jakarta, 28 Oktober 2025. Dia bilang, Indonesia sudah memberikan NDC Kedua dan target…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.