KABARBURSA.COM — Holding industri pertambangan MIND ID menegaskan komitmennya mendukung kebijakan energi nasional yang baru, di tengah dorongan pemerintah untuk mempercepat swasembada energi dan transisi menuju energi yang lebih bersih.
Komitmen itu ditunjukkan melalui keterlibatan MIND ID dalam sosialisasi awal Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang digelar bersama Dewan Energi Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.
Regulasi ini menjadi pijakan baru setelah menggantikan aturan lama, sekaligus mengarahkan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan energi, memenuhi kebutuhan nasional, serta mendorong dekarbonisasi.
Pemerintah menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu fondasi pembangunan. Presiden Prabowo menilai Indonesia memiliki kapasitas untuk mencapainya jika sumber daya yang ada dioptimalkan. “Swasembada energi, harus! Nanti ada kelompok, apa bisa? Bisa! Kita sudah hitung, tapi kita punya kelebihan-kelebihan luar biasa,” ujarnya, dikutip dari laman MIND ID, Sabtu, 28 Maret 2026.
Di sisi kebijakan, Dewan Energi Nasional melihat swasembada energi tidak hanya soal pasokan, tetapi juga terkait langsung dengan arah pertumbuhan ekonomi nasional. “Implementasi kebijakan ini adalah kerja sama antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita negara kita tetap untuk mencapai kebutuhan energi yang cukup tinggi,” ujar Anggota DEN Satya Widya Yudha.
Bagi MIND ID, peran tersebut diterjemahkan melalui penguatan sektor hulu hingga hilir. Perusahaan ini mengandalkan pengelolaan mineral dan batu bara sebagai tulang punggung, sekaligus mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, mengatakan pihaknya akan mengikuti arah kebijakan energi nasional dalam menjalankan strategi bisnis.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, Grup MIND ID menegaskan komitmen untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 dengan mengikuti arah implementasi Rencana Umum Energi Nasional,” ujarnya.
Di sektor batu bara, peran MIND ID masih dominan. Melalui PT Bukit Asam, perusahaan mengelola cadangan sekitar 2,88 miliar ton dan sumber daya mencapai 5,72 miliar ton. Kapasitas produksi juga terus ditingkatkan melalui pembangunan fasilitas angkutan, dengan target produksi naik dari 43 juta ton menjadi lebih dari 60 juta ton per tahun.
Langkah ini menunjukkan di tengah agenda transisi energi, batu bara masih menjadi penopang utama dalam menjaga pasokan energi nasional. Secara keseluruhan, sekitar 80 persen bauran energi nasional masih berasal dari fosil, dengan komposisi utama batu bara, minyak, dan gas. Kondisi ini kontras dengan target jangka panjang pemerintah untuk mencapai net zero emission pada 2060.
Di sisi lain, porsi energi baru dan terbarukan pada 2025 baru mencapai 15,75 persen. Artinya, energi non-terbarukan masih mendominasi sekitar 84 persen. Bahkan di sektor listrik, kontribusi energi terbarukan masih berada di kisaran 15 persen, yang menunjukkan transisi energi yang berjalan, namun belum memasuki fase percepatan.
Namun, MIND ID juga mulai memperluas fokus ke sektor energi masa depan. Perusahaan terlibat dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi, dengan memanfaatkan mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah.
Pendekatan ini menempatkan hilirisasi sebagai kunci, bukan hanya untuk meningkatkan nilai tambah, tetapi juga untuk memperkuat rantai pasok domestik dan mendukung energi yang lebih berkelanjutan.
“Kami tidak hanya berfokus pada optimalisasi produksi mineral dan batu bara, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, penguatan rantai pasok domestik, efisiensi energi, serta pengembangan ekosistem industri berbasis energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Maroef.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.