Jakarta, Arina.id—Temuan 995 pucuk senjata api, air gun, amunisi, alat pembuat peluru, narkotika, hingga VCD pornografi di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membuka tabir kasus yang tak lazim.
Barang-barang tersebut ditemukan bukan di gudang penyimpanan resmi, melainkan di ruangan yang selama ini dikuasai mantan ketua yayasan berinisial IWD. Kini, kepolisian bergerak menelusuri asal-usul senjata, legalitas kepemilikannya, hingga kemungkinan adanya tindak pidana lain di balik penyimpanan hampir seribu pucuk senjata tersebut.
Kasus ini bermula ketika pengurus baru yayasan berupaya membuka sebuah ruangan yang akan difungsikan kembali untuk kebutuhan operasional sekolah. Ruangan tersebut sebelumnya merupakan kantor atau ruang kerja mantan Ketua Yayasan berinisial IWD.
Saat pintu dibuka pada pertengahan Juli 2026, pengurus sekolah dikejutkan oleh temuan ratusan senjata yang tersimpan di dalam ruangan tersebut. Pemeriksaan lanjutan menemukan jumlah keseluruhan mencapai 995 pucuk senjata, terdiri atas senjata api, air gun, amunisi berbagai kaliber, magazen, aksesori senjata, hingga alat pembuat peluru.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji mengatakan awalnya ruangan itu hendak digunakan kembali untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar. Namun, isi ruangan justru membuat pihak yayasan terkejut.
Selain senjata, tim yayasan juga menemukan narkotika yang diduga berupa sabu dan ganja serta puluhan keping VCD bermuatan pornografi.
Seluruh Barang Ditemukan di Ruang Eks Ketua Yayasan
Kuasa hukum pihak sekolah swasta tersebut, Hermawanto, mengungkapkan senjata yang ditemukan di salah satu ruangan itu jumlahnya mencapai hampir seribu pucuk. Selain senjata api, ditemukan pula airgun.
Hermawanto mengatakan senjata-senjata itu ditemukan pada 10-11 Juli yang lalu saat dilakukan bongkar muat barang. Pihak sekolah menemukan 995 pucuk senjata di dalam ruangan.
“Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” kata Hermawanto.
Dia mengatakan beberapa senjata kembali ditemukan pada Rabu (5/8) malam dan sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. Dia merinci senjata itu berupa 4 laras panjang, 2 laras pendek, peredam, 7 magasin berbagai jenis, sejumlah amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, teaser gun, alat pembuat peluru, hingga buku panduan pembuatan peluru.
“Termasuk juga menemukan narkoba, dan juga menemukan CD porno. Jadi kami perlu informasikan kepada masyarakat bahwa karena ini ada senjata yang jumlahnya sangat banyak, nyaris seribu senjata, maka kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” jelasnya.
Hermawanto menyatakan seluruh barang bukti ditemukan di ruangan yang sebelumnya dikuasai mantan Ketua Yayasan berinisial IWD, yang telah diberhentikan dari jabatannya.
Pihak yayasan menegaskan pengurus saat ini tidak mengetahui keberadaan barang-barang tersebut karena ruangan telah lama tertutup dan tidak digunakan.
“Bagaimana caranya masuk, bagaimana, dan siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Karena yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat,” ujar Hermawanto.
Polisi Terima Laporan dan Mulai Penyelidikan
Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan telah menerima laporan masyarakat terkait temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Sebagai langkah awal, penyidik membuat Laporan Polisi Model A, yang menjadi dasar hukum untuk memulai penyelidikan.
“Bahwa benar Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima Laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan disalah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Joko Adiwibowo, Kamis (6/8/2026).
Polisi telah mengamankan seluruh barang bukti dan akan melakukan identifikasi terhadap setiap senjata untuk memastikan statusnya, apakah merupakan senjata api legal, airsoft gun, atau air gun. Aparat juga akan menelusuri nomor seri, asal-usul kepemilikan, izin, serta kemungkinan keterkaitannya dengan tindak pidana lain.
Sejauh ini kepolisian masih berada pada tahap penyelidikan. Beberapa hal yang menjadi fokus aparat antara lain: Pertama, mengidentifikasi jenis dan legalitas 995 pucuk senjata yang ditemukan;
Kedua, menelusuri asal-usul senjata, amunisi, dan alat pembuat peluru;
Ketiga, menyelidiki kepemilikan narkotika dan barang bukti lain yang ditemukan di ruangan tersebut;
Keempat, memeriksa pihak-pihak yang memiliki akses terhadap ruangan, termasuk mantan Ketua Yayasan berinisial IWD;
Kelima, mendalami kemungkinan adanya jaringan atau aktivitas ilegal yang berkaitan dengan penyimpanan senjata dalam jumlah besar.
“Terhadap perkara saat ini pada tahap penyelidikan,” imbuhnya.
Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang hingga kini belum terjawab. Bagaimana hampir seribu pucuk senjata dapat tersimpan di lingkungan sekolah tanpa diketahui pengurus? Apakah seluruh senjata tersebut memiliki izin resmi? Untuk tujuan apa alat pembuat amunisi berada di kompleks pendidikan? Dan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam penyimpanan barang-barang tersebut?
Seluruh pertanyaan itu kini menjadi bagian dari penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan. Hingga berita ini ditulis, polisi belum menetapkan tersangka dan belum menyampaikan hasil identifikasi resmi terhadap seluruh senjata yang diamankan.




Comments are closed.