Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Munas-Konbes NU 2026 Tetapkan Visi NU Digdaya 2050

Munas-Konbes NU 2026 Tetapkan Visi NU Digdaya 2050

munas-konbes-nu-2026-tetapkan-visi-nu-digdaya-2050
Munas-Konbes NU 2026 Tetapkan Visi NU Digdaya 2050
service

Kediri, NU Online

Pimpinan Sidang Komisi Program, Hj Alissa Wahid memaparkan tiga transmisi yang harus dilakukan PBNU untuk mewujudkan visi besar 2050 yaitu “NU Digdaya 2050”. Hal ini ia sampaikan dalam Sidang Pleno III Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, pada Senin (22/6/2026).

Dalam paparannya, visi tersebut tersusun dalam kalimat, “Tegaknya Islam Aswaja dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat, kemaslahatan bangsa, dan terciptanya rahmat bagi semesta melalui kepemimpinan Jam’iyah NU yang mandiri, terpercaya, dan bermartabat.”

“Kami dari komisi program mentransmisikan visi besar tersebut ke dalam tiga misi utama, yaitu misi transformasi, kemasyarakatan, dan khidmah peradaban,” jelasnya.

Alissa menjelaskan, ketiga misi tersebut harus dilakukan secara bertahap dimulai dari misi pertama yaitu penguatan transformasi konsolidasi Jam’iyah dalam tata kelola, kaderisasi, dan transformasi digital.

“Untuk mewujudkan semua ini, langkah pertama yang harus kita ambil ialah penguatan jati diri NU. Barulah setelah itu transformasi konsolidasi Jam’iyah dalam konteks transformasi digital, kaderisasi, dan tata kelola,” tuturnya.

Ia melanjutkan, setelah misi pertama terlaksana, barulah beralih fokus ke misi kedua yakni perwujudan kesejahteraan rakyat melalui penguatan Aswaja.

“Untuk mewujudkan misi kedua ini ada 4 langkah yang harus kita ambil. Dimulai dari pengembangan pesantren, keunggulan SDM, kesejahteraan sosial ekonomi, dan terakhir pelestarian lingkungan berkelanjutan,” rincinya.

Selanjutnya Alissa mengungkapkan jalan yang harus ditempuh menuju khidmah peradaban yang merupakan misi ketiga. Menurutnya khidmah peradaban ini baru bisa dicapai setelah khidmah kemaslahatan bangsa.

“Dan kita bisa benar-benar berkhidmah demi kemaslahatan bangsa jika kita telah menguatkan peran NU. Jadi tanggung jawabnya mulai dari bawah,” jelasnya.

Kontributor: Umi Kholifah

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.