Mon,31 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Musim Hujan Diperkirakan Mulai Datang pada November 2026

Musim Hujan Diperkirakan Mulai Datang pada November 2026

musim-hujan-diperkirakan-mulai-datang-pada-november-2026
Musim Hujan Diperkirakan Mulai Datang pada November 2026
service

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mulai meluas di berbagai wilayah Indonesia pada November 2026. Sementara itu, Agustus hingga September diperkirakan masih menjadi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan peningkatan curah hujan mulai diperkirakan terjadi pada Oktober dan semakin meluas pada November.

“Memasuki Oktober hingga November 2026, curah hujan kategori tinggi mulai diperkirakan muncul di beberapa wilayah,” ujarnya dalam konferensi pers bertajuk Perkembangan Musim Kemarau 2026 di Indonesia di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Ardhasena menjelaskan, wilayah pesisir Riau, Sumatra Utara, dan Aceh memiliki karakteristik iklim yang berbeda dibandingkan sebagian besar wilayah Indonesia. Pada Oktober, wilayah di utara khatulistiwa mulai mengalami peningkatan curah hujan yang menjadi penanda awal datangnya musim hujan di bagian barat Indonesia.

“Oktober hingga November, kondisi ini kemudian meluas ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Ini menjadi penanda awal masuknya musim hujan,” katanya.

BMKG juga mengingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027. Namun, Ardhasena menegaskan bahwa El Nino tidak selalu identik dengan musim kemarau.

“Kemarau tidak sama dengan El Nino. El Nino masih berlangsung hingga awal 2027, tetapi dampaknya di Indonesia diperkirakan mulai berakhir pada pertengahan Oktober dan berlanjut hingga memasuki November,” tuturnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan terkini, nilai Indeks Niño 3.4 di Samudra Pasifik telah mencapai 1,56 atau melampaui ambang batas El Nino kuat sebesar 1,5.

Selain itu, suhu permukaan laut di Samudra Hindia menunjukkan nilai minus 0,387 yang mengindikasikan peluang munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat tetap waspada selama masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.

Ia juga meminta masyarakat mengikuti informasi cuaca dan iklim yang dipublikasikan melalui berbagai kanal resmi BMKG seiring dinamika atmosfer yang terus berkembang.

“BMKG akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi serta prediksi iklim secara berkala guna mendukung langkah adaptasi dan mitigasi yang lebih tepat,” kata Faisal.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.