Kepulauan Bangka Belitung yang luasnya mencapai 8,1 juta hektar, sebagian besar adalah lautan atau perairan yang mencapai 6,5 juta hektar (79,9 persen). Sementara daratannya hanya 1,6 juta hektar (20,1 persen). Dengan luas daratan kecil tersebut, ternyata hutan dan ruang hidup manusia kian menyempit atau terdesak pertambangan timah dan perkebunan monokultur, yang luas perizinannya sekitar 650 ribu hektar. Dampaknya, terjadi krisis ekologis di Kepulauan Bangka Belitung, seperti banjir, kekeringan, pencemaran, hingga daratan banyak dihiasi lubang bekas tambang. Adakah harapan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung untuk menyelamatkan daratannya? Sebagai refleksi Hari Lingkungan Hidup Nasional yang kita peringati setiap 10 Januari, saya coba menuliskan keberadaan kelekak, sebuah agroforestri masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung. Wilayah kelekak masyarakat ditumbuhi berbagai pohon khas hutan Pulau Bangka seperti pelawan, serta pohon buah. Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Di Kepulauan Bangka Belitung, kelekak kerap dipandang sekadar “hutan kecil” di sekitar kampung ruang hijau yang dipakai untuk berkebun, memetik buah musiman, serta mengambil bumbu atau tanaman obat. Sebagai hutan, beragam jenis pohon terdapat di kelekak. Pohon-pohon yang bukan hanya memberikan manfaat bagi manusia, juga bagi makhluk hidup lainnya, termasuk penjaga resapan air dan penyedia oksigen. Kelekak adalah rumah beragam jenis pohon berusia puluhan hingga ratusan tahun, yang dilestarikan masyarakat Suku Melayu di Kepulauan Bangka Belitung. Misalnya beragam jenis durian, duku, manggis, nangka, cempedak, petai, jengkol, kemang, dan aren. Saat ini, ketika harga pangan mudah bergejolak, cuaca makin tak menentu, dan akses pasokan di wilayah kepulauan rentan terganggu, kelekak terus bekerja sebagai mekanisme kedaulatan pangan yang nyata. Kelekak berfungsi menyediakan pangan harian…This article was originally published on Mongabay
Opini: Kelekak dan Masa Depan Pangan Bangka Belitung
Opini: Kelekak dan Masa Depan Pangan Bangka Belitung





Comments are closed.