Mon,24 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Pakar UGM: Teknologi Jadi Kebutuhan Mendesak bagi Petani Hadapi Kemarau Panjang

Pakar UGM: Teknologi Jadi Kebutuhan Mendesak bagi Petani Hadapi Kemarau Panjang

pakar-ugm:-teknologi-jadi-kebutuhan-mendesak-bagi-petani-hadapi-kemarau-panjang
Pakar UGM: Teknologi Jadi Kebutuhan Mendesak bagi Petani Hadapi Kemarau Panjang
service

Jakarta, NU Online

Kemarau panjang yang dipicu perubahan iklim semakin menempatkan sektor pertanian pada posisi rentan. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam produktivitas lahan, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan serta memengaruhi stabilitas harga komoditas.

Pakar Agroklimatologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Bayu Dwi Apri Nugroho, menegaskan bahwa iklim memiliki peran yang sangat menentukan terhadap keberhasilan sektor pertanian.

Menurut Bayu, hampir seluruh aktivitas pertanian, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia, sangat bergantung pada kondisi iklim setempat.

“Iklim ini bisa menjadi penentu keberhasilan maupun kegagalan suatu produk pertanian, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap stabilitas harga di suatu negara,” ujarnya dalam Webinar Kesiapsiagaan Dampak El Nino: Memperkuat Ketahanan Kesehatan, Pangan, dan Masyarakat Indonesia, Sabtu (18/7/2026).

Ia mengungkapkan bahwa perubahan iklim secara global telah meningkatkan ketidakpastian cuaca. Karena itu, petani tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman atau pola musim seperti pada masa lalu. Dibutuhkan kemampuan membaca perubahan cuaca secara lebih akurat agar keputusan budidaya dapat dilakukan secara tepat.

Bayu menilai pemanfaatan teknologi perlu diperkuat hingga tingkat lokal. Menurutnya, meskipun perubahan iklim merupakan fenomena global, dampaknya akan berbeda-beda di setiap daerah sehingga pemahaman terhadap kondisi cuaca lokal menjadi sangat penting.

“Walaupun perubahan iklim terjadi secara global, efeknya perlu dipahami berdasarkan kondisi cuaca di daerah setempat. Karena itu, diperlukan pemahaman terhadap perubahan cuaca secara lokal melalui teknologi maupun pengamatan manual,” katanya.

Ia juga menyoroti hubungan antara pemanasan global dengan meningkatnya intensitas fenomena El Niño dan La Niña. Bayu mengatakan, sejumlah penelitian menunjukkan siklus kedua fenomena tersebut kini terjadi lebih sering seiring meningkatnya suhu permukaan bumi.

“National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) juga mencatat bahwa kenaikan suhu global meningkatkan penguapan dari permukaan tanah, menambah kelembapan udara, dan memperbesar intensitas cuaca ekstrem,” ucapnya.

Menurutnya, tantangan sektor pertanian tidak berhenti pada persoalan cuaca. Perubahan iklim juga berdampak pada meningkatnya risiko serangan hama dan penyakit tanaman.

Bayu menekankan bahwa peningkatan literasi petani mengenai perubahan iklim sama pentingnya dengan penyediaan teknologi. Sistem monitoring lahan berbasis teknologi, kata dia, dapat membantu petani menghadapi ancaman kekeringan.

“Teknologi sistem monitoring lahan memungkinkan petani menentukan jadwal tanam, menilai kebutuhan air secara real time, memilih jenis tanaman yang paling sesuai, serta mengetahui kondisi tanah untuk menentukan teknik pertanian terbaik,” tuturnya.

“Dengan memanfaatkan teknologi, kita berharap petani tidak mengalami gagal panen ataupun gagal tanam pada musim kemarau seperti sekarang,” sambungnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.