Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan seruan mendesak pada Rabu (8/7/2026 untuk menghimpun dana sebesar US$296 juta guna mendukung operasi bantuan pascagempa di Venezuela, setelah jumlah korban tewas akibat bencana tersebut meningkat menjadi lebih dari 3.600 orang.
Kebutuhan kemanusiaan terus meningkat setelah salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah Amerika Latin membuat ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan ribuan lainnya masih belum ditemukan, terutama di La Guaira yang mengalami kerusakan paling parah. Di wilayah itu, keluarga korban masih terus menggali puing-puing bangunan untuk mencari anggota keluarga mereka.
Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menyampaikan apresiasinya kepada negara-negara donor yang telah memberikan dukungan.
“Para donor telah mulai memberikan bantuan. Saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada mereka,” ujar Fletcher dalam pertemuan yang membahas penanganan bencana tersebut dikutp dari AFP.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan sistem pemantauan pendanaan, respons kemanusiaan untuk Venezuela sejauh ini telah menerima dana sebesar US$300 juta, termasuk US$115 juta yang telah tersedia sebelum gempa terjadi.
“Meski demikian, kami masih menghadapi kekurangan pendanaan sebesar US$627 juta untuk memenuhi kebutuhan mendesak tersebut,” katanya.
Menurut Fletcher, PBB telah menyiapkan rencana yang jelas dan terukur.
“Kami membutuhkan US$296 juta untuk menjangkau 1,3 juta orang yang saat ini berada dalam kondisi rentan secara sosial dan ekonomi selama enam bulan ke depan. Ini merupakan rencana yang memiliki batas waktu yang jelas,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah Venezuela juga meminta agar aset-aset negara yang dibekukan di luar negeri segera dicairkan guna mendukung proses pemulihan pascabencana.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil Pinto, dalam pertemuan PBB mengatakan negaranya mendesak seluruh negara yang masih menahan dana milik Venezuela untuk segera menyusun mekanisme pelepasan aset tersebut.
“Kami menyerukan kepada semua negara yang saat ini menahan dana milik Venezuela agar segera memulai proses pencairannya sehingga dana tersebut dapat digunakan untuk upaya pemulihan,” kata Gil.
Ia menyebut sejumlah rekening milik pemerintah Venezuela di berbagai negara dibekukan akibat sanksi yang dinilainya tidak sah.
Gil juga menyinggung cadangan emas Venezuela yang disimpan di Britania Raya serta aset keuangan yang dibekukan oleh Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah mencabut sejumlah sanksi ekonomi terhadap Venezuela selama empat bulan guna mempermudah pelaksanaan operasi bantuan kemanusiaan.
Washington sebelumnya memberlakukan sanksi ekonomi yang luas terhadap Venezuela, terutama sejak 2019, sebagai upaya menekan pemerintahan Presiden Nicolás Maduro, yang saat itu dianggap tidak sah oleh Amerika Serikat.
Sejak pasukan Amerika Serikat menggulingkan Maduro pada Januari lalu, hubungan Washington dan Caracas berangsur membaik.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mendukung Presiden sementara Delcy Rodríguez serta secara bertahap melonggarkan sanksi, terutama untuk mempercepat pengembangan cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.
Hampir dua pekan setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,3 dan Magnitudo 7,5 mengguncang Venezuela, tim penyelamat internasional mulai mengakhiri operasi pencarian korban selamat. Sementara itu, keluarga korban masih terus menyisir reruntuhan untuk menemukan jenazah orang-orang yang mereka cintai.
Pemerintah Venezuela pada Selasa memperbarui jumlah korban meninggal menjadi 3.685 orang, sementara hampir 17.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.




Comments are closed.