Jaringan advokasi kesehatan masyarakat Healthy Philippines Alliance (HPA), bersama HealthJustice selaku penyelenggara utamanya, mendesak para pembuat kebijakan untuk menerapkan tarif pajak setinggi mungkin—yaitu sebesar Php80 atau lebih—pada produk vape. Langkah ini dinilai penting untuk benar-benar melindungi kesehatan masyarakat dan menyelamatkan nyawa warga Filipina, khususnya kalangan muda.
Meskipun Departemen Keuangan (DOF) dan Departemen Kesehatan (DOH) telah mengusulkan tarif pajak seragam sebesar Php72,93 pada tahun 2027 untuk rokok, produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco products atau HTP), dan produk vape, para pegiat kesehatan berpendapat bahwa angka tersebut masih belum cukup untuk membatasi akses dan mencegah kecanduan. Mereka memperingatkan bahwa tarif pajak yang rendah membahayakan generasi muda Filipina dan membebani sistem layanan kesehatan negara.
“Vape sama sekali tidak bebas risiko. Penyebaran produk-produk ini telah mempercepat munculnya penyakit jantung dan paru-paru kronis di usia dini pada kalangan muda kita,” ujar Jaime Galvez Tan, mantan Menteri Kesehatan (Sekretaris DOH) sekaligus Ketua Penyelenggara HPA.
“Membiarkan kaum muda menderita penyakit kronis sejak usia dini pada akhirnya akan memicu biaya medis yang sangat besar bagi sistem layanan kesehatan kita di masa depan. Oleh karena itu, mengenakan pajak sebesar Php80 atau lebih pada produk-produk ini merupakan langkah pencegahan kesehatan yang mutlak diperlukan,” kata Galvez Tan.
Bersamaan dengan hal ini, HealthJustice (HJ) juga menyampaikan keberatan keras terhadap usulan tandingan dari sejumlah anggota parlemen yang ingin menurunkan pajak vape hingga serendah Php15 per mililiter, serta menyoroti kelemahan regulasi negara ini dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN.
“Usulan untuk menurunkan pajak vape secara drastis menjadi Php15 per mililiter adalah tindakan gegabah dan tidak dapat diterima. Ini hanyalah upaya terselubung dari industri tembakau dan vape untuk memperkenalkan produk yang lebih adiktif kepada generasi muda kita dan menjerat mereka dalam kecanduan jangka panjang. Kita tidak boleh membiarkan tarif pajak yang lebih rendah yang memungkinkan zat-zat yang lebih adiktif, seperti vape jenis *nicotine salt*, menjamur di pasaran,” ujar Atty. Benedict Nisperos, Penasihat Hukum HealthJustice.
“Delapan dari sebelas negara ASEAN telah melarang total produk vape demi melindungi warganya, namun Filipina justru terus mengizinkan penjualan produk-produk yang menyebabkan kecanduan dan membahayakan kesehatan ini. Pemangkasan tarif pajak lebih lanjut, ditambah dengan Undang-Undang Regulasi Vape (RA11900) yang sudah tergolong longgar, pada dasarnya membuka pintu bagi praktik pemasaran predator yang secara langsung menyasar kaum muda Filipina,” kata Nisperos.
Para pegiat kesehatan masyarakat dari HealthJustice dan HPA kembali mendesak anggota Kongres untuk menyelaraskan kebijakan pajak dengan prioritas kesehatan masyarakat serta memastikan bahwa perlindungan kesehatan diutamakan di atas kepentingan komersial.
HealthJustice Philippines adalah organisasi nirlaba yang mengadvokasi kebijakan kesehatan masyarakat yang efektif, pengendalian tembakau, dan kerangka regulasi yang kuat untuk melindungi masyarakat Filipina dari risiko kesehatan.
Healthy Philippines Alliance, yang diprakarsai oleh HealthJustice, merupakan jaringan organisasi masyarakat sipil dan pegiat kesehatan masyarakat yang dipimpin oleh pasien, yang berkomitmen untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular (PTM) melalui advokasi kebijakan dan peningkatan kesadaran masyarakat.






Comments are closed.