Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan sebanyak 20 proyek pengendali banjir yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota rampung dibangun pada 2027.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin mengatakan percepatan pembangunan tersebut dilakukan seiring meningkatnya curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Beberapa tahun belakangan, karena adanya perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem, yaitu 150-250 mm,” jelas Ika di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, kapasitas infrastruktur pengendali banjir di Jakarta saat ini umumnya hanya mampu menampung curah hujan sekitar 100 hingga 150 mm.
Oleh karena itu, kondisi tersebut kerap membuat sejumlah wilayah rawan terjadi genangan saat hujan ekstrem.
Hal itu pula yang menjadi dasar Pemprov DKI menambah kapasitas sistem pengendalian banjir di berbagai sektor, terutama sistem pompa air.
Ika menjelaskan salah satu proyek utama yang dikerjakan, yaitu pembangunan dan peningkatan sistem pompa air di 12 titik di Jakarta.
Beberapa di antaranya, yakni Pompa Bulak Cabe dengan kapasitas 24 meter kubik per detik, Pompa Pegangsaan Dua dengan kapasitas 9 meter kubik per detik, serta Pompa Cilincing KBN dengan kapasitas 16 meter kubik per detik.
Baca juga: Kementerian PU siap berkoordinasi dengan Pemprov DKI terkait drainase
Selain itu, ada pula Pompa Warung Jengkol, Pompa Kampung Sawah Rawa Terate, Pompa Kayu Putih Rawa Terate, Pompa Cempaka Putih, Pompa Cengkareng, Pompa Mangga Raya Greenville, dan Pompa Daan Mogot.
“Selain pembangunan baru, kapasitas Pompa Ancol dan Pompa IKIP juga akan ditingkatkan,” kata Ika.
Lebih lanjut, dia memaparkan pihaknya mengerjakan pembangunan serta perbaikan sarana kali dan sungai di sembilan titik, yang meliputi saluran penghubung (PHB) Layar, Kali Cakung Lama, Kali Jatikramat, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Grogol, Kali Cideng Atas, serta Kali Sodetan Sekretaris dan Waduk Tomang.
Untuk mengurangi limpasan air hujan, kata Ika, Pemprov DKI juga membangun tiga tampungan air baru, yaitu Embung Pondok Labu di kawasan Cilandak Marinir, Embung Kebagusan, dan Waduk Sunter Hulu.
Kemudian, sambung dia, normalisasi sungai juga tetap menjadi pekerjaan utama. Tahun ini, terdapat tiga titik prioritas yang dikerjakan secara bertahap, yakni Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Tak lupa, Pemprov DKI juga melanjutkan proyek tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan Pantai Mutiara, Muara Baru, dan Kali Blencong.
Baca juga: Cegah banjir, Pramono minta warga tak buang sampah sembarangan
Baca juga: DKI manfaatkan peringatan kemarau untuk percepat pengerukan kali
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.