Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Pengajian Ramadhan, Gus Mus Uraikan Makna Makrifatullah

Pengajian Ramadhan, Gus Mus Uraikan Makna Makrifatullah

pengajian-ramadhan,-gus-mus-uraikan-makna-makrifatullah
Pengajian Ramadhan, Gus Mus Uraikan Makna Makrifatullah
service

Jakarta, NU Online

Di dalam ilmu tasawuf ada istilah yang sangat terkenal, yaitu makrifat. Menurut Imam Al-Ghazali, kewajiban pertama bagi manusia adalah makrifatullah, yaitu mengenal Allah. Bagaimana mungkin kamu akan menyembah Allah jika tidak mengenal-Nya? Bagaimana ingin mendekat kepada Allah jika tidak mengenal Allah?

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menguraikan hal tersebut dalam pengajian Ramadhan mengulas Kitab Al-Hikam Ibnu Athaillah sebagaimana dalam tayangan di kanal YouTube NU Online pada Ahad (22/2/2026).

Gus Mus lalu menjelaskan bahwa dalam tasawuf, cara seseorang mengenal Allah swt itu ada yang melalui upaya dirinya sendiri, dengan mempelajari sifat-sifat-Nya, mempelajari makhluk-makhluk-Nya, dan sebagainya.

“Ini yang disebut sebagai usaha dari hamba menuju Allah. Upaya itu berupa amal. Kita beramal sebagaimana sabda Rasulullah saw, bahwa seseorang terus-menerus menambah amal-amal fardu dengan amal-amal sunah hingga ia menjadi sangat dekat dengan Allah Taala, bahkan bisa mencapai derajat wali. Jadi ada upaya-upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah,” terang Gus Mus.

Ada pula pengenalan kepada Allah yang datang langsung dari Allah swt. Dalam hal ini, Ibnu Athaillah berpesan, “Jika Allah Taala sudah membukakan jalan untuk mengenal-Nya, maka tidak perlu mempersoalkan apakah amal kita sedikit atau banyak. Ada orang yang mengenal Allah melalui upaya ibadah dan amalnya, tetapi ada pula yang memang dianugerahi langsung oleh Allah.”

“Jika itu datang dari Allah, artinya kamu dihadiahi pengenalan. Tiba-tiba kamu bisa mengenal Allah tanpa melalui tahapan-tahapan pendekatan yang panjang. Jika sudah diberi oleh Allah, tidak perlu bingung, “Amalku sedikit, kenapa Allah menampakkan wajah pengenalan (tajalli) kepadaku?” Jangan dipersoalkan. Yang penting adalah kamu bisa makrifat kepada Allah. Entah itu melalui usaha luar biasa dari dirimu sendiri atau hadiah langsung dari Allah Taala,” urai Gus Mus.

Gus Mus kemudian menerangkan jalan seorang hamba untuk mengenal dan dekat kepada Allah dengan jalur dari kehendak Allah sendiri.

“Dalam tasawuf ada istilah “hal”, yaitu kondisi batin yang diberikan Allah secara tiba-tiba. Kadang seseorang tiba-tiba rajin beribadah. Itu karena Allah memberikan hadiah berupa dorongan, keinginan, dan niat untuk berbuat baik,” kata Gus Mus.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.