Tue,2 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Pengajian Rutin Abu Mudi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Meneguhkan Jalan Makrifat

Pengajian Rutin Abu Mudi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Meneguhkan Jalan Makrifat

pengajian-rutin-abu-mudi-di-masjid-raya-baiturrahman-banda-aceh-meneguhkan-jalan-makrifat
Pengajian Rutin Abu Mudi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Meneguhkan Jalan Makrifat
service

Banda Aceh, NU Online

Pengajian rutin yang disampaikan oleh Abu Syeikh H Hasanoel Bashry HG (Abu Mudi), Mustasyar PBNU, kembali digelar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat malam (10/4/2026) usai shalat Isya.

Ratusan jamaah dari berbagai kalangan tampak memadati area masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut. Mereka datang untuk mengikuti pengajian tasawuf yang secara konsisten diasuh oleh ulama kharismatik asal Samalanga itu.

Dalam tausiyahnya, Mudir Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga itu menekankan bahwa jalan menuju makrifat tidak bisa ditempuh secara instan, melainkan harus melalui proses panjang yang dimulai dari penguatan syariat, dilanjutkan dengan tarekat, hingga mencapai hakikat dan makrifat.

“Makrifat itu bukan sekadar dipelajari, tapi dijalani. Butuh mujahadah, zikir, dan istiqamah,” ujarnya di hadapan jamaah.

Uama kharismatik Aceh pendiri Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi  (MPZT) itu juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada ajaran yang menawarkan jalan pintas menuju makrifat dengan meninggalkan syariat dan majelis taklim. Menurutnya, jalan seperti itu justru menyesatkan dan bertentangan dengan tradisi ulama Ahlussunnah wal Jamaah.

“Tidak ada makrifat tanpa syariat. Tidak ada hakikat kalau meninggalkan ilmu dan taklim. Siapa yang mengaku sudah sampai, tapi meninggalkan syariat, itu keliru,” tegasnya.

Abu Mudi menambahkan bahwa tasawuf merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim, bahkan disebut sebagai fardhu ‘ain dalam konteks penyucian hati. Tanpa tasawuf, seseorang berisiko hanya kuat dalam aspek lahiriah, namun lemah secara batiniah.

Selain membahas dimensi spiritual, Abu Mudi turut menyampaikan sejumlah persoalan fikih yang kerap terjadi di tengah masyarakat, seperti hukum shalat Jumat bagi tahanan, ketentuan musafir, hingga larangan khalwat. Hal ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pemahaman syariat dan pengamalan tasawuf.

Dalam kesempatan itu, Abu Mudi juga menyinggung pentingnya peran tarekat sebagai jalan pembinaan ruhani yang terarah. Ia mengisahkan bagaimana para ulama terdahulu menjaga kesinambungan tarekat, termasuk berkembangnya Tarekat Naqsyabandiyah melalui bimbingan para mursyid.

Pengajian tersebut menjadi ruang refleksi bagi jamaah untuk memperbaiki diri, tidak hanya dari sisi ibadah lahir, tetapi juga kebersihan hati dan kedekatan kepada Allah.

Sejumlah jamaah mengaku mendapatkan ketenangan dan pencerahan dari materi yang disampaikan. Mereka berharap pengajian rutin ini terus berlangsung sebagai wadah pembinaan spiritual masyarakat Aceh.

Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun mendalam, Abu Mudi kembali mengingatkan bahwa perjalanan menuju Allah adalah perjalanan seumur hidup, yang harus diisi dengan ilmu, amal, dan kesungguhan hati.

Pengajian rutin ini menjadi salah satu denyut penting dalam menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam di Aceh, khususnya di Masjid Raya Baiturrahman yang sejak dahulu dikenal sebagai pusat peradaban dan dakwah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.