Penolakan rencana penambangan pasir laut bermodus pengelolaan sedimentasi di Kepulauan Riau (Kepri) kian kencang. Menjelang akhir Juli, ratusan nelayan menggelar unjuk rasa guna menolak rencana yang mereka berdampak terhadap sumber penghidupan mereka itu. Dengan menggunakan 100-an perahu, para nelayan mayoritas berasal dari Kabupaten Karimun itu berorasi dan membentangkan spanduk besar di tengah laut. “Kehadiran kami di atas kapal ini untuk menolak tambang pasir laut berkedok sedimentasi, kita tahu aktivitas ini hanya akan merusak periuk nasi kite,” teriak Liza, nelayan perempuan saat berorasi, Selasa (21/7/26). Pengerukan pasir laut hanya menguntungkan segelintir orang, alih-alih meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karimun. “Kami, emak-emak adalah yang paling terdampak,” katanya. Raja Khairuddin, Ketua Gerakan Peduli Nelayan Karimun Kepulauan (GPNKK) mengatakan, aksi penolakan tambang pasir ini sudah beberapa kali nelayan lakukan. Sebelumnya aksi serupa juga dilakukan di Kecamatan Meral dan Kecamatan Tebing. “Semenjak rencana sedimentasi ini muncul, kami sudah menolak,” kata Raja, Jumat (24/7/26). Selain Karimun, perwakilan nelayan dari berbagai lokasi juga turut dalam aksi penolakan ini, seperti nelayan Kecamatan Buru, Moro, Tebing, Meral Barat, dan Meral. Menurut Raja, para nelayan memiliki pengalaman bagaimana tambang pasir laut di masa lalu membawa dampak berkepanjangan terhadap kehidupan mereka. Tahun 1990-an hingga 2005, perairan Karimun menjadi lokasi tambang pasir skala besar untuk jual ke Singapura, sebelum akhirnya Presiden Megawati setop. Dampak dari aktivitas itu, masih nelayan rasakan sampai saat ini. Raja menyebut, sejumlah kawasan perairan yang sebelumnya menjadi lokasi penangkapan ikan kini sudah tidak lagi produktif akibat kerusakan pascatambang. Kerusakan itu terjadi mulai dari perairan di Kecamatan Moro, Kecamatan Buru, perairan…This article was originally published on Mongabay
Penolakan Tambang Pasir Laut Kepri Kian Menguat
Penolakan Tambang Pasir Laut Kepri Kian Menguat





Comments are closed.