Sun,19 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Pentingnya Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja

Pentingnya Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja

pentingnya-kesehatan-reproduksi-bagi-remaja
Pentingnya Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja
service

Kesehatan reproduksi tidak hanya menjadi perhatian bagi perempuan hamil, namun perlu diperhatikan sejak usia remaja. Bertepatan dengan Hari Bidan Nasional, Wahyul Anis, Dosen Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Airlangga menjelaskan pentingnya peran bidan dalam mendampingi generasi muda dalam memahami kesehatan reproduksi sejak usia remaja.

Wahyul mengungkapkan kesehatan reproduksi perlu diperhatikan sejak dini karena menjadi dasar bagi kualitas kesehatan pada masa mendatang. “Bidan merupakan profesi kesehatan yang berperan dalam kesehatan perempuan sepanjang siklus hidupnya, termasuk pada masa remaja. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi menjadi bagian penting dari peran bidan,” ujarnya.

Ia menilai generasi muda memiliki kemudahan dalam akses informasi melalui internet dan media sosial. Namun ia juga menekankan informasi tersebut perlu dipilih dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Menurutnya, berbagai persoalan kesehatan reproduksi yang muncul saat ini banyak dipengaruhi oleh perilaku seksual yang dapat menyebabkan kehamilan tidak direncanakan. Selain itu, pola hidup yang kurang sehat, seperti tingginya konsumsi makanan cepat saji, turut menjadi perhatian.

“Jika calon ibu memiliki gaya hidup yang kurang sehat kemudian mengalami obesitas, maka risiko hipertensi dalam kehamilan akan meningkat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi seperti kejang, perdarahan, hingga gangguan pertumbuhan janin,” katanya.

Wahyul juga menjelaskan edukasi kesehatan reproduksi sebaiknya diberikan sejak remaja menjelang pubertas. Namun, upaya itu menghadapi tantangan yakni kesehatan reproduksi kerap dianggap sebagai topik yang tabu di sebagian masyarakat.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menyarankan pendekatan melalui teman sebaya dapat menjadi strategi yang efektif. Selain itu, edukasi perlu dilakukan secara bertahap dengan bahasa yang mudah dipahami agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Wahyul berpesan kepada generasi muda untuk menerapkan gaya hidup sehat dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. “Jaga kesehatan dirimu dan kesehatan reproduksimu. Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat pula,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.