Sun,2 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Penyebab Banyak Ibu Menyusui Tidak Cukup Banyak Menghasilkan ASI

Penyebab Banyak Ibu Menyusui Tidak Cukup Banyak Menghasilkan ASI

penyebab-banyak-ibu-menyusui-tidak-cukup-banyak-menghasilkan-asi
Penyebab Banyak Ibu Menyusui Tidak Cukup Banyak Menghasilkan ASI
service

Jakarta

Bunda, menyusui memang menjadi momen penting sekaligus penuh tantangan bagi banyak ibu. Nah, salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah produksi ASI yang dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil.

Tak sedikit ibu yang berpikir ada yang salah dengan tubuh mereka, terutama saat merasa ASI yang dihasilkan tidak cukup. Lantas, apa saja sebenarnya penyebab ASI yang dihasilkan tidak mencukupi?

Penyebab ibu menyusui merasa produksi ASI kurang

Melansir dari sejumlah penelitian, telah ditemukan banyak ibu yang merasa produksi ASI mereka kurang, Bunda. Padahal, belum tentu demikian secara medis. Persepsi ini tak jarang membuat ibu jadi memilih berhenti untuk menyusui, lho.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini tertuang dalam beberapa survei. Sekitar 30 hingga 80 persen ibu menyusui pernah merasa produksi ASI-nya kurang memenuhi kebutuhan bayi. Artinya, perasaan ini memang sangat umum terjadi meskipun tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya.

Tak hanya itu, salah satu penyebab utama munculnya persepsi  terhadap kurangnya produksi ASI adalah minimnya edukasi dan dukungan ibu menyusui. Banyak ibu yang tidak mendapatkan cukup informasi terkait bagaimana ASI diproduksi, Bunda.

Menariknya, para ahli laktasi menyebut hanya sekitar 5 sampai 10 persen ibu yang benar-benar mengalami ketidakmampuan menyusui secara fisiologis. Yang mana, hal ini berkaitan dengan kondisi medis yang benar-benar memengaruhi fungsi tubuh.

Faktor medis dan biologis yang memengaruhi produksi ASI

Seorang peneliti ilmu biomedis dan nutrisi di Universitas Massachusetts Lowell, Shannon Kelleher, mengungkap bahwa produksi ASI dipengaruhi banyak faktor biologis yang kompleks. Berdasarkan penelitiannya yang dijabarkan dalam laman National Geographic, proses laktasi setidaknya melibatkan beberapa aspek sebagai berikut, Bunda.

1. Kondisi kesehatan ibu

Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi produksi ASI, Bunda. Misalnya, gangguan tiroid, diabetes, hingga sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang bisa mengganggu keseimbangan hormon penting dalam proses laktasi.

Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan produksi ASI tidak optimal. Maka dari itu, bisa jadi kurangnya ASI yang dihasilkan berkaitan erat dengan kondisi kesehatan ibu menyusui, Bunda.

2. Riwayat operasi atau perkembangan payudara

Riwayat operasi pada payudara, seperti pembesaran, pengecilan, atau mastektomi, juga bisa memengaruhi kemampuan tubuh dalam memproduksi ASI. Hal ini karena operasi bisa merusak atau mengganggu struktur kelenjar susu.

Selain itu, perkembangan payudara yang abnormal juga bisa menjadi alasan. Kondisi langka di mana jaringan payudara tidak berkembang dengan baik sejak pubertas mampu membuat produksi ASI menjadi terbatas.

3. Pengaruh hormon dan stres

Produksi ASI juga sangat bergantung pada kinerja hormon dalam tubuh, Bunda. Ketika hormon tidak seimbang, maka produksi ASI pun bisa terganggu. Selain itu, stres kronis juga berperan besar karena tubuh bisa kekurangan energi untuk memproduksi ASI secara optimal.

4. Peran nutrisi dan pola makan

Bunda, asupan nutrisi juga menjadi faktor penting dalam produksi ASI, lho. Kondisi seperti kekurangan gizi maupun obesitas dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh. Hal ini nantinya juga berkaitan dengan pola makan, Bunda.

Ya, pola makan juga bisa memengaruhi kandungan nutrisi dalam ASI, seperti lemak dan vitamin. Oleh karena itu, ibu menyusui dianjurkan untuk menjaga pola makan yang seimbang guna mencukupi kebutuhan nutrisi dan menghindari penurunan atau kenaikan berat badan secara drastis.

5. Faktor genetik

Penelitian terbaru kini menyoroti peran genetik dalam produksi ASI. Beberapa studi menemukan bahwa variasi gen tertentu bisa memengaruhi kemampuan tubuh dalam menghasilkan ASI. Meski begitu penelitian di bidang ini masih terbatas.

Faktor non-medis yang sering menghambat produksi ASI

Konsultan laktasi praktik pribadi (IBCLC), Rachel O’Brien, turut menyoroti bahwa tak sedikit hambatan menyusui justru berasal dari faktor non-medis. Artinya, tidak selalu tubuh ibu yang bermasalah, tetapi terdapat hal teknis yang memengaruhi proses menyusui sehari hari.

Berikut penjelasannya yang dikutip dari laman resmi Rachel:

1. Teknik menyusui dan pelekatan bayi

Bunda, Rachel menjelaskan salah satu faktor yang paling sering memengaruhi produksi ASI adalah teknik menyusui, terutama pelekatan atau latch. Jika pelekatan kurang tepat, maka bayi tidak dapat menyusu dengan efektif dan payudara pun tidak terstimulasi dengan optimal.

2. Manajemen laktasi yang kurang tepat

Selain teknik, cara mengelola proses menyusui juga berpengaruh besar. Misalnya, jarang menyusui atau tidak rutin memompa ASI di awal melahirkan bisa membuat produksi ASI terhambat, Bunda.

Faktor lain seperti penggunaan pompa yang kurang sesuai, ukuran corong yang tidak pas, atau adanya intervensi saat persalinan juga bisa memengaruhi kelancaran produksi ASI. Dengan begitu, teknik menyusui dan manajemen laktasi sebaiknya diterapkan dengan tepat.

3. Pengaruh kondisi bayi

Tidak hanya dari sisi ibu, kondisi bayi juga bisa memengaruhi proses menyusui, Bunda. Beberapa bayi mungkin memiliki kondisi seperti, mudah mengantuk, daya hisap lemah, hingga memiliki tongue-tie atau lidah pendek, yang membuat proses menyusui jadi kurang efektif.

4. Kurangnya riset

Rachel dalam penelitiannya juga menyebut bahwa penelitian tentang ASI manusia masih tergolong terbatas. Hal ini membuat banyak aspek terkait laktasi belum sepenuhnya dipahami, termasuk penyebab pasti rendahnya produksi ASI pada sebagian ibu.

Demikian beberapa penyebab yang membuat produksi ASI ibu tidak mencukupi kebutuhan Si Kecil. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.