Tue,4 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi

perempuan-kaya-dan-dermawan-pada-masa-nabi
Perempuan Kaya dan Dermawan pada Masa Nabi
service

Mubadalah.id – Sejumlah riwayat hadis mencatat keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi dan sosial pada masa Nabi Muhammad saw. Salah satunya adalah hadis tentang Ummu Syuraik, perempuan dari kalangan Anshar yang terkenal sebagai sosok kaya dan dermawan.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Nasa’i dari Fatimah binti Qais ra. Dalam riwayat itu menyebutkan bahwa Ummu Syuraik merupakan perempuan kaya dari kalangan Anshar yang sering sedekah. Rumahnya juga kerap menjadi tempat singgah para tamu.

Riwayat ini menunjukkan bahwa pada masa Nabi Muhammad saw. terdapat perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi sekaligus menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.

Bahkan, kekayaan Ummu Syuraik sering ia gunakan tidak hanya untuk kepentingan pribadi. Tetapi juga untuk mendukung aktivitas sosial dan membantu orang lain.

Dalam catatan sejarah Islam, perempuan dengan kemandirian ekonomi bukan hal yang asing. Khadijah binti Khuwailid ra., istri Nabi Muhammad saw., kita kenal sebagai pedagang sukses dan dermawan. Hartanya Khadijah gunakan untuk menopang dakwah Islam serta memenuhi kebutuhan keluarga.

Oleh karena itu, Hadis tentang Ummu Syuraik menambah bukti mengenai keberadaan perempuan kaya dan berperan sosial pada masa awal Islam.

Ummu Syuraik memiliki nama lengkap Ghaziyyah binti Jabir bin Hakim. Ketika tinggal di Madinah, rumahnya sangat terbuka bagi para tamu dan anggota masyarakat yang membutuhkan tempat singgah. Aktivitas tersebut menjadikan rumah Ummu Syuraik sebagai ruang sosial yang aktif.

Oleh karena itu, dari Hadis tersebut memperlihatkan bahwa perempuan pada masa Nabi Muhammad saw. tidak hanya berada di ranah domestik. Perempuan juga terlibat dalam aktivitas ekonomi dan sosial yang Nabi akui dalam praktik keberagamaan masyarakat saat itu. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.