Jakarta, Arina.id—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Papua pada Selasa (14/7/2026). Kondisi tersebut dipengaruhi oleh Siklon Tropis Haisen yang masih bertahan di Samudra Pasifik sebelah utara Papua.
Prakirawan BMKG, Alya Sausan, menjelaskan bahwa Siklon Tropis Haisen masih berada pada kategori 1 dan membentuk daerah konvergensi serta konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis Haisen masih diprediksi berada di Samudra Pasifik sebelah utara Papua dan persisten masih berada pada kategori 1. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Sulawesi, perairan utara Papua, dan di sekitar pusat sirkulasi,” ujar Alya dalam pembaruan informasi cuaca BMKG diuggah Senin (13/7/2026).
Selain itu, daerah konvergensi diprakirakan memanjang di Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua. Sementara daerah konfluensi diperkirakan terbentuk di Laut Andaman, Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Flores, Laut Arafuru, dan Laut Cina Selatan.
Menurut Alya, kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut,” katanya.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya di Papua, untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Adapun potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah lain yang ditandai dalam peta prakiraan BMKG.
Untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Tanjung Selor. Sementara hujan ringan diperkirakan turun di Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Ambon, dan sebagian besar wilayah Papua.
Di wilayah lain, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Pekanbaru, Jambi, Pangkalpinang, Bandar Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, sebagian besar Kalimantan, Denpasar, Mataram, Kupang, sebagian besar Sulawesi, Ternate, Sorong, dan Merauke.
BMKG juga memprakirakan kondisi udara kabur berpotensi terjadi di Aceh, Padang, Palembang, Surabaya, dan Palu.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu.





Comments are closed.