Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Persahabatan yang Tulus Bertahan Lebih Lama

Persahabatan yang Tulus Bertahan Lebih Lama

persahabatan-yang-tulus-bertahan-lebih-lama
Persahabatan yang Tulus Bertahan Lebih Lama
service

Jakarta, Arina.idAkademisi dan pegiat filsafat Fahrudin Faiz menjelaskan pandangan filsuf Yunani kuno Aristoteles mengenai tiga jenis persahabatan manusia, yakni persahabatan yang didasarkan pada kesenangan, kemanfaatan, dan ketulusan atau kebajikan.

Menurutnya, persahabatan yang dibangun atas dasar kesenangan (pleasure) dan kemanfaatan (usefulness) umumnya tidak benar-benar berpusat pada pribadi seseorang, melainkan pada suasana dan keuntungan yang diperoleh dari hubungan tersebut.

“Kalau itu based on pleasure atau usefulness, bukan orangnya sebenarnya yang ditunggu, tetapi suasananya, nuansanya, dan juga manfaat yang bisa diambil dari situ,” ujar Fahruddin Faiz dalam tayangan Mengaji Hening diakses Kamis (21/5/2026).

Ia mencontohkan, seseorang terkadang merasa senang berteman bukan karena kualitas pribadi sahabatnya, tetapi karena kehadiran orang tersebut mampu menciptakan suasana yang meriah atau menguntungkan.

“Yang disukai situasinya. Jadi nanti kalau datang sambil murung, mungkin sudah tidak terlalu disukai lagi,” katanya.

Fahrudin Faiz menjelaskan, relasi yang berlandaskan kemanfaatan cenderung mudah berubah ketika keuntungan yang dicari sudah hilang. Ia menilai pola seperti itu kerap terlihat dalam hubungan sosial maupun politik.

“Hari ini bersahabat karena ada manfaat tertentu. Ketika manfaatnya hilang, bubar dan mencari koalisi yang lain,” ungkapnya.

Hal serupa, lanjut dia, juga terjadi dalam hubungan pertemanan yang hanya mengejar kesenangan. Ketika seseorang tidak lagi mampu menghadirkan hiburan atau fasilitas tertentu, hubungan tersebut perlahan dapat merenggang.

Meski demikian, dia menyebut persahabatan yang lahir dari kesenangan masih memiliki peluang berkembang menjadi persahabatan sejati dibandingkan hubungan yang semata-mata dibangun atas dasar manfaat praktis.

“Kalau berdasarkan kesenangan, biasanya ada unsur rasa yang lebih mudah naik kelas menjadi persahabatan yang tulus,” jelasnya.

Ia menambahkan, Aristoteles menyebut persahabatan yang hanya bertumpu pada kemanfaatan sebagai relasi yang sarat pamrih dan tidak dilandasi ketulusan.

“Di buku (karangan Aristoteles) itu ada kalimat, persahabatan berdasarkan kemanfaatan adalah untuk para penipu. Jadi orang yang tidak tulus dan ada pamrihnya,” tandasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.