Mon,24 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Presiden Hungaria nilai penggantinya tidak punya legitimasi

Presiden Hungaria nilai penggantinya tidak punya legitimasi

presiden-hungaria-nilai-penggantinya-tidak-punya-legitimasi
Presiden Hungaria nilai penggantinya tidak punya legitimasi
service

Budapest (ANTARA) – Presiden Hungaria Tamas Sulyok, yang telah menandatangani amandemen konstitusi yang menjadi dasar pencopotannya dari jabatan, menyatakan bahwa presiden berikutnya tidak akan memiliki legitimasi karena menggantikan seorang kepala negara yang diberhentikan dengan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai konstitusi.

Dalam pesan video yang diunggah melalui Facebook, Sulyok mengatakan bahwa lembaga kepresidenan Hungaria juga akan kehilangan fungsi utamanya akibat perubahan tersebut.

“Legitimasi lembaga kepresidenan, yang tidak berubah sejak masa transisi politik, juga telah hilang karena kepala negara berikutnya akan menjabat setelah seorang presiden diberhentikan dengan melanggar nilai-nilai konstitusi,” kata Sulyok.

Menurutnya, lembaga kepresidenan kini semakin bergantung pada cabang eksekutif, sementara peran hukumnya melemah dan fungsi utamanya akan hilang karena tidak lagi berperan sebagai mekanisme checks and balances.

Mekanisme checks and balances merupakan sebuah sistem saling mengawasi, saling mengendalikan dan saling membatasi kekuasaan antarlembaga negara agar tidak ada satu lembaga yang memiliki kekuasaan absolut.

Sulyok juga mengakui bahwa meskipun amandemen tersebut diadopsi dengan cara yang menurutnya bertentangan dengan prinsip-prinsip konstitusi, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menolak perubahan terhadap undang-undang dasar yang telah disahkan parlemen melalui prosedur yang secara formal dinilai sah.

Sementara itu, Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar mengumumkan bahwa mulai 20 Juli, Ketua Parlemen Agnes Forsthoffer akan menjalankan tugas-tugas kepresidenan hingga presiden baru terpilih.

Menurut Magyar, pemilihan presiden baru dijadwalkan berlangsung dalam waktu paling lambat 30 hari.

Persetujuan parlemen Hungaria

Parlemen Hungaria, Senin (13/7) menyetujui amandemen konstitusi yang membuka jalan bagi pencopotan Presiden Tamas Sulyok melalui pemungutan suara dengan hasil 139 suara mendukung, enam menolak, dan tanpa abstain.

Sulyok terpilih pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Viktor Orban dan mulai menjalani masa jabatan lima tahun pada 2024.

Berdasarkan hukum Hungaria, Sulyok diwajibkan mengesahkan amandemen tersebut dengan menandatanganinya paling lambat lima hari setelah menerima naskah dari Ketua Parlemen.

Perdana Menteri Peter Magyar, yang Partai Tisza pimpinannya menguasai mayoritas dua pertiga kursi parlemen, sebelumnya berjanji dalam kampanye pemilu akan mengganti Sulyok serta memperkenalkan mekanisme pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat.

Setelah memenangkan pemilu, Magyar berulang kali meminta Sulyok dan sejumlah pejabat senior yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya untuk mengundurkan diri.

Sulyok menolak permintaan tersebut dan pada Mei lalu meminta pendapat Komisi Venesia di bawah Dewan Eropa mengenai sengketa konstitusi serta upaya pemerintah untuk mencopot dirinya dari jabatan.

Selain mengatur pencopotan presiden, amandemen tersebut juga menetapkan pembatasan masa jabatan bagi anggota parlemen sehingga sejumlah legislator yang telah lama menjabat tidak lagi dapat mencalonkan diri pada pemilihan umum 2030.

Meskipun Partai Tisza mendukung pemilihan presiden secara langsung, parlemen diperkirakan tetap akan memilih pengganti Sulyok sesuai mekanisme yang berlaku saat ini.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti dan Anadolu

Baca juga: Lima anggota NATO tambah anggaran belanja pertahanan

Baca juga: Hungaria dukung perpanjangan sanksi terhadap Rusia menjadi tahunan

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.