Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Presiden Prabowo: Setiap Kali di Tengah NU Saya Selalu Bahagia

Presiden Prabowo: Setiap Kali di Tengah NU Saya Selalu Bahagia

presiden-prabowo:-setiap-kali-di-tengah-nu-saya-selalu-bahagia
Presiden Prabowo: Setiap Kali di Tengah NU Saya Selalu Bahagia
service

Malang, NU Online

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bahagianya saat hadir di tengah warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu disampaikan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Ahad (8/2/2026).

“Setiap kali saya di tengah-tengah NU, saya selalu bahagia. Saya selalu semangat karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati saudara sekalian. Saya merasakan semangat persatuan, guyub, dan keinginan menegakkan kedamaian,” ujar Prabowo.

Presiden juga menuturkan bahwa dirinya merasakan harapan besar terhadap bangsa Indonesia yang adil, terutama saat melihat kekuatan para ibu dari kalangan NU.

“Saya merasakan harapan atas bangsa dan negara yang adil, apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU. Luar biasa kekuatan emak-emak ini,” katanya.

Prabowo menyampaikan terima kasih atas undangan untuk hadir di tengah warga NU. Menurutnya, setiap kali berada di tengah para santri, kiai, dan ulama besar, dirinya semakin bersemangat untuk mengabdi kepada rakyat.

“Setiap kali saya muncul di tengah NU, santri, kiai, dan ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” ucapnya.

Ia menegaskan, 100 tahun kiprah NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia. “Setiap kali Indonesia dalam keadaan bahaya, NU tampil menyelamatkan,” tegas Prabowo.

Prabowo mengingatkan kembali peran besar NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam pertempuran di Surabaya.

“Proklamasi kemerdekaan memang di Jakarta, tapi ujian kemerdekaan diuji di Jawa Timur, di Surabaya. Dalam pertempuran itu, bangsa Indonesia berhasil mempertahankan kemerdekaan melawan negara besar di dunia,” jelasnya.

Menurutnya, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama berhasil menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak akan tunduk pada siapapun yang ingin menjajah kembali.

“Kita telah berhasil menghadapi Inggris, pemenang Perang Dunia. Rakyat Jawa Timur dipimpin para kiai dan ulama kita telah buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun yang ingin menjajah bangsa kita,” tegasnya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya semangat persatuan sebagaimana selalu dicontohkan oleh NU. “Itulah pelajaran sejarah: tidak ada bangsa yang kuat dan maju kalau pemimpinnya tidak rukun,” ujarnya.

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, para pemimpinnya untuk selalu menjaga persatuan meskipun berbeda pandangan.

“Mari kita bersatu. Boleh bertanding, berdebat, berbeda, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia dan masyarakat harus rukun menjaga persatuan dan kesatuan,” pesan Presiden.

Ia menegaskan bahwa sejarah manusia telah mengajarkan bahwa tidak mungkin ada kemakmuran tanpa perdamaian, dan perdamaian tidak akan terwujud tanpa kerukunan di antara para pemimpin.

“Para pemimpin di setiap eselon politik, ekonomi, intelektual semuanya harus berpikir, berjuang, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia. Tidak boleh pemimpin punya dendam, rasa benci, rasa dengki, atau selalu mencari kesalahan pihak lain,” katanya.

Prabowo juga mengingatkan nilai luhur yang diajarkan para kiai, yakni sikap mikul duwur mendem jero atau menjunjung tinggi kebaikan/kehormatan (terutama orang tua atau pemimpin) dan mengubur dalam-dalam aib atau keburukannya.

“Guru-guru kita, kiai kita mengajarkan selalu mikul duwur mendem jero. Berbeda tidak masalah, sesudah berbeda cari persatuan, kesamaan, dan musyawarah untuk mufakat. Itu kepribadian bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir dalam acara besar NU tersebut.

“Terima kasih banyak atas sambutannya yang diberikan kepada saya,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.