Arina.id – Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia diarsiteki pelatih baru dalam waktu-waktu ke depan. John Herdman mulai bergabung dan resmi menjadi pelatih pada 3 Januari 2026 lalu. Ia segera menyusun line up pemain setelah menggantikan pelatih sebelumnya, Coach Indra Sjafri.
Lalu apa yang bakal dilakukan Herdman nanti, dalam wawancara eksklusifnya yang tayang di YouTube Timnas Indonesia, Senin 19 Januari 2026, ia menyampaikan ambisinya membawa Indonesia naik ke level berikutnya, bermain dalam Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2030.
Herdman sangat bersemangat membawa Indonesia ke sana, setelah Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. “Ini tanggung jawab besar. Saya senang melihat orang tumbuh berkembang sebagai guru, siap naik ke level berikutnya dan anda tahu, semoga yang akan menjadi warisan saya adalah saya dapat membantu proses itu. Ini Garuda yang baru,” katanya.
Tiba di Indonesia pada 10 Januari 2026 lalu, pelatih asal Inggris tersebut baru diperkenalkan ke publik tiga hari kemudian. Pria 50 tahun itu bakal melatih Timnas Garuda Indonesia, dan ini menjadi karir kepelatihan tim senior kelima yang ditanganinya setelah sebelumnya menangani Timnas Putri Selandia Baru, Timnas Putri Kanada, Timnas Putra Kanada, dan Tim Putra Toronto FC.
Di tengah mimpi Indonesia bermain dalam Piala Dunia, Herdman dinilai banyak pihak sebagai sosok yang tepat. Tim putri Selandia Baru ia bawa ke Piala Dunia Putri dua kali pada 2007 dan 2011. Ia juga memimpin Timnas Putri Kanada saat menjadi tuan rumah Piala Dunia Putri 2015.
Paling diingat, ia meloloskan timnas putra Kanada yang diperkuat generasi Alphonso Davies ke Piala Dunia 2022, Piala Dunia pertama mereka setelah absen 36 tahun sejak debut pada 1986.
Pada jumpa pers di Jakarta pekan lalu, Herdman mengungkapkan langkah pertamanya di Indonesia adalah mendengarkan keluh kesah Jay Idzes dan kawan-kawan, tentang cerita-cerita mereka dari kegagalan menembus Piala Dunia 2026. Ia akan berusaha mendengarkan, lalu memahami, dan kemudian mengambil tindakan agar Indonesia tak mengulang cerita yang sama pada babak kualifikasi Piala Dunia 2030.
Ia menambahkan, ada 280 juta orang yang berhak berada di level tertinggi sepak bola dunia. Mereka sangat menginginkannya, “dan anda bisa merasakannya di setiap video yang saya tonton. Bagi saya, emosi-emosi itu, saya merasakan untuk pertama kalinya tanggung jawab itu. Anda tahu ini adalah kesempatan besar bagi negara ini. Dan sebagai pemimpin, saya siap memikul beban itu,” ujarnya.
Karier kepelatihan John Herdman
John Herdman mengungkapkan karier kepelatihannya di dunia sepak bola sudah dimulai sejak usia 17 tahun, sebelum kemudian mendapatkan lisensi UEFA pada usia 20 tahun. Meskipun ia bukan pemain sepak bola profesional, namun Herdman membuktikan dengan kerja keras dan dedikasi, ia dapat mengantarkan Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 setelah sebelumnya absen 36 tahun.
“Saya memulai kepelatihan saya pada usia 17 tahun. Saya mendapat kualifikasi pertama saya pada usia 18 tahun. Lisensi UEFA saya pada usia 20 tahun, sehingga saya memiliki kepribadian obsesif ketika saya berkomitmen pada sesuatu yang saya ingin total melakukannya,” kata Herdman.
“Itu adalah sebuah kekuatan dan kelemahan, dan saya berpikir bahwa komitmen, gairah pembinaan telah membawa saya dari Inggris ke Selandia Baru, ke Kanada, dan sekarang Indonesia, untuk mengalami budaya yang berbeda,” katanya menambahkan.
Perjalanan kariernya membawa pria kelahiran Consett, Inggris itu ke Timnas Putri Selandia Baru, yang ia antar lolos ke Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008. Prestasinya bersama Selandia Baru membawanya ke Timnas Putri Kanada. Di sana, ia memimpin Kanada meraih perunggu di Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016, serta meraih emas Pan American Games 2011.
Bersama Timnas Putri Kanada, Herdman juga tercatat memimpin mereka saat Kanada menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2015. Keberhasilan Herdman bersama tim putri membuatnya mengambil alih tim nasional putra Kanada generasi Alphonso Davies dan Jonathan David pada awal 2018, yang kemudian ia bawa lolos ke Piala Dunia 2022, Piala Dunia kedua bagi Kanada setelah absen 36 tahun sejak debut pada 1986 di Meksiko.
Kini, ia menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia. Ia mengatakan negara ini sangat menarik, dengan ia juga merasa bahwa tim Garuda siap untuk naik ke level berikutnya, dalam hal ini bermain di Piala Dunia.
“Saya merasa, anda tahu sebagai pelatih, sebagai pemimpin, saya telah mampu membantu, apakah itu tim putri Selandia Baru atau tim pria dan tim putri Kanada mencapai tingkat berikutnya. Dan saya pikir Indonesia sangat menarik karena anda dapat merasakannya sangat jelas. Bahwa negara ini siap untuk naik ke level berikutnya dan anda tahu, semoga yang akan menjadi warisan saya adalah saya dapat membantu proses itu,” kata Herdman.





Comments are closed.