KABARBURSA.COM – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil meraih proyek infrastruktur berupa pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.
Proyek ini dilaksanakan melalui skema Joint Operation (JO), dengan PTPP sebagai lead contractor dengan porsi 50 persen , sebagai bagian dari program pembangunan multiyears tahun 2026–2028 yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan.
Proyek dengan skema tahun jamak ini memiliki masa pelaksanaan konstruksi selama 1.005 hari kalender serta masa pemeliharaan selama 730 hari kalender.
Perolehan proyek ini semakin memperkuat portofolio PTPP di sektor infrastruktur, khususnya pembangunan konektivitas wilayah.
Kabupaten Tanah Bumbu ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut. Dikatakan, kehadiran infrastruktur ini akan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo menyampaikan bahwa perolehan proyek JO ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.
“Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor,” ujar dia dalam keterbukaan informasi, Jumatm 10 April 2026.
Joko menegaskan PTPP berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
PTPP Akui Impairment Aset
Sebelumnya diberitakan, PTPP melakukan penyempurnaan laporan keuangan tahun buku 2024 serta mencatat penurunan nilai aset pada 2025. Langkah ini berdampak pada kinerja jangka pendek melalui peningkatan beban pencadangan.
Joko Raharjo menyampaikan penyesuaian tersebut dilakukan untuk memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi yang wajar.
“Penyajian kembali dan penyesuaian yang dilakukan merupakan langkah terukur berbasis prinsip kehati-hatian,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan mencerminkan masalah operasional. “Ini bagian dari upaya memperkuat fundamental keuangan dan meningkatkan kualitas bisnis secara menyeluruh,” kata dia.
PTPP melakukan penyajian kembali laporan keuangan 2024 berdasarkan hasil penelaahan menyeluruh terhadap pencatatan dan proses penyelesaian klaim proyek. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi serta prinsip tata kelola perusahaan.
Selain itu, pada 2025 perusahaan mencatat impairment atas aset tertentu pada entitas anak. Langkah ini disertai pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas piutang serta penyesuaian nilai persediaan.
Kebijakan tersebut meningkatkan beban pada laporan laba rugi konsolidasian. Dampaknya terlihat pada tekanan kinerja keuangan dalam periode berjalan.
PTPP menyebut langkah ini merupakan bagian dari penerapan manajemen risiko yang lebih prudent. Evaluasi dilakukan terhadap aset dan proyek untuk memastikan nilai tercatat mencerminkan kondisi yang dapat direalisasikan.
Penyesuaian juga dilakukan seiring dinamika industri konstruksi yang menuntut penguatan kualitas aset. Perusahaan menempatkan transparansi laporan keuangan sebagai dasar dalam menjaga kepercayaan pemegang saham.
Joko menyatakan langkah ini sejalan dengan arah kebijakan restrukturisasi BUMN, termasuk integrasi sektor konstruksi.
“Perseroan mengedepankan keterbukaan sebagai fondasi dalam proses konsolidasi dan penguatan struktur keuangan,” ujarnya. (*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.