Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Ramadan dan Perang Dagang Kurma Palestina vs Kurma Israel

Ramadan dan Perang Dagang Kurma Palestina vs Kurma Israel

ramadan-dan-perang-dagang-kurma-palestina-vs-kurma-israel
Ramadan dan Perang Dagang Kurma Palestina vs Kurma Israel
service

Arina.id – Bulan Ramadan, biasanya tidak akan jauh-jauh dari buah kurma. Buah khas Timur Tengah, disebut-sebut sebagai buah kesukaan Nabi Muhammad SAW sebagai menu buka puasa. Sehingga kemudian saban Ramadan pamornya nik di kalangan umat Islam dunia; ditandai tingkat konsumsi naik, penjualan naik pula.

Namun seperti kata peribahasa, “ada gula, ada semut”, belakangan karena permintaan tinggi maka yang ingin bermain berebut dalam kue bisnis kurma menjadi banyak juga. Bahkan tidak jarang manipulasi terjadi. Hal ini yang diwanti-wanti oleh para pedagang kurma asal Palestina.

Pada Ramadan 2026 ini, mereka menyerukan agar para importir kurma dunia teliti dan cermat terhadap sertifikat kurma yang dibeli, harus paham detail asalnya dari mana, lalu kode batang, dan dokumen resmi lain ketika mengimpor kurma, terutama yang diklaim berasal dari Palestina.

Mereka juga memperingatkan agar kurma yang diproduksi di permukiman ilegal Israel agar tidak dipasarkan sebagai produk Palestina. Hal ini setelah banyak beredar produk-produk kurma menyesatkan yang diproduksi perusahaan Israel namun dipasarkan dan dilabeli sebagai kurma Palestina 

Seperti dilaporkan Anadolu, Mohammad Sawafteh, seorang perwakilan dari Serikat Eksportir Kurma Palestina mengatakan, kurma yang diproduksi di daerah cekungan Laut Mati “mungkin sulit dibedakan secara visual karena kondisi iklim serupa.”

Ia menekankan perlunya produk tersebut diidentifikasi secara jelas sebagai produk Palestina dan perusahaan pemasok serta pengekspor haruslah perusahaan Palestina.

Apalagi, Sawafteh melanjutkan, ada kerja sama antara Dinas Keamanan, Kementerian Pertanian, dan perusahaan-perusahaan Palestina terkait pengelolaa, pemasaran dan pengawasan kurma Palestina ini. Sehingga identifikasi seharusnya lebih gampang. Kerja sama ini telah juga mampu menekan peredaran jumlah kurma palsu tersebut di pasaran.

Dalam beberapa waktu belakangan ini, Sawafteh menambahkan, produksi kurma Palestina telah berkembang baik dari segi kuantitas maupun kualitas, dengan peningkatan volume dan standar lebih baik, dan telah berkontribusi pada stabilitas pasar.

“Tidak ada lagi alasan mendatangkan produk (kurma) Israel dengan dalih berkualitas lebih tinggi,” tambah Sawafteh. 

Lalu bagaimana cara mengecek kurma asal Israel? Verifikasi asal barang dilakukan melalui sertifikat kesehatan yang dikeluarkan Departemen Kesehatan Kementerian Pertanian Palestina, yakni sertifikat “EUR.1”, kemudia sertifikat yang dikeluarkan Bea Cukai Kementerian Keuangan, dan sertifikat asal Palestina yang dikeluarkan Kamar Dagang.

Senada dengan pandangan tersebut, Ibrahim Daeeq, kepala Dewan Kurma dan Sawi Palestina yang merupakan organisasi non-pemerintah, mengatakan verifikasi sumber bergantung pada dokumen resmi dan sistem pelacakan yang disetujui oleh Kementerian Pertanian dan Kamar Dagang.

Daeeq menambahkan, membedakan secara visual bukanlah hal yang mudah bagi konsumen rata-rata, terutama di luar Palestina. “Kurma Palestina tunduk pada inventarisasi kuantitas di setiap perkebunan (…) dan penerbitan sertifikat asal dan sertifikat kesehatan sebelum diekspor,” katanya.

“Pohon palem Palestina dialiri air dari mata air sumur yang bersih. Sedangkan pohon palem di pemukiman ilegal diairi dengan air limbah daur ulang, yang memengaruhi kualitas dan rasa,” kata Daeeq, sambil menunjuk pada “perbedaan warna, ukuran, dan rasa.”

Kurma Palestina cenderung memiliki warna madu alami dan berukuran sedang, sedangkan kurma dari pemukiman ilegal berwarna gelap dan berukuran besar, dengan perbedaan kandungan gula dan komponen nutrisi sebagai akibat dari irigasi menggunakan air limbah.

Dia menambahkan, produk-produk Palestina memiliki kode batang resmi, karena produk Palestina diekspor melalui kode batang Yordania bernomor 625. “Saat ini sedang dilakukan upaya untuk membuat kode batang khusus untuk produk Palestina,” tambahnya.

Sebaliknya, produk-produk Israel dipasarkan melalui kode batang yang diawali dengan 729 dan terkadang 871. Kode batang sendiri merupakan kode pengenal yang memuat identitas produk, yang setelah dipindai datanya akan muncul, mulai dari nama produk, perusahaan manufaktur, dan negara asal.

Daeeq mencatat bahwa produk Palestina diekspor dengan nama “Produk Palestina” dengan bendera Palestina di samping nama tersebut, sementara produk Israel mungkin menggunakan nama-nama seperti Jordan River, Mehadrin, Hadiklaim, King Solomon Dates, Carmel Agrexco, Star Dates, Anna and Sarah, dan Medjool Plus.

Namun, ia memperingatkan tentang upaya penghindaran, dengan mengatakan bahwa merek-merek Israel di beberapa pasar dikemas ulang dalam karton khusus yang bertuliskan nama perusahaan pengemasan.

“Dinas keamanan Palestina berupaya mengendalikan dan mencegah penyelundupan atau masuknya produk-produk pemukiman ilegal ke pasar Palestina dan ekspornya sebagai produk Palestina, dan fenomena ini telah menurun dalam beberapa tahun terakhir,” tambahnya.

Daeeq mengatakan delegasi Turki mengunjungi pertanian Palestina untuk memverifikasi mekanisme produksi, penyimpanan di lemari pendingin, serta tahapan penyortiran dan pengemasan sebelum melakukan kontrak.

“Terdapat sistem pengawasan yang diawasi oleh para insinyur dari Kementerian Pertanian, mencakup inventarisasi dan estimasi kuantitas di setiap lahan pertanian, pendaftaran kuantitas dalam sistem yang menetapkan ‘kuota’ untuk setiap petani, pemberian izin ekspor khusus untuk setiap pedagang, pengujian residu pestisida dan bahan kimia, serta penerbitan sertifikat kesehatan dan sertifikat asal,” jelasnya.

Ia berpendapat bahwa prosedur-prosedur ini memastikan bahwa produk Palestina berasal dari Palestina 100 persen dan melindungi pasar dari upaya penipuan. Adapun kurma palsu Palestina–berasal dari Israel–telah diidentifikasi Komite boikot internasional, bekerja sama dengan Dewan Kurma dan asosiasi lokal.

Sebelumnya, seiring umat Muslim di seluruh dunia memperingati bulan suci Ramadan, pasar menyaksikan peningkatan permintaan, menurut Daeeq, yang mengatakan bahwa lebih dari 90 persen kurma Palestina tersedia di pasar global.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.