Tue,25 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta

Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta

ratusan-ribu-warga-padati-monas-dalam-zikir-dan-doa-kebangsaan,-mayoritas-datang-dari-luar-jakarta
Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta
service

Jakarta, NU Online

Ratusan ribu warga memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026) malam untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan Kementerian Agama sebagai penanda dimulainya Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pihak keamanan memperkirakan sekitar 100.000 orang menghadiri kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 hingga 21.30 WIB tersebut.

Berdasarkan pantauan NU Online di lokasi, mayoritas peserta berasal dari luar Jakarta, terutama dari berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Mereka datang secara berombongan bersama keluarga, tetangga, maupun kelompok majelis taklim untuk mengikuti rangkaian zikir, doa, dan selawat kebangsaan.

Salah seorang peserta, Rizal (36), warga Pandeglang, Banten, mengaku sengaja datang bersama rombongan majelis taklimnya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya memang sengaja datang bersama rombongan majelis taklim untuk ikut zikir dan doa bersama menyambut Bulan Kemerdekaan,” ujarnya kepada NU Online.

Hal senada disampaikan Rahma (45), warga Cikarang, Jawa Barat. Ia datang bersama anak dan sejumlah tetangganya setelah mendapat informasi dari sang adik.

“Saya ke sini dikasih tahu adik. Dia ngajak saya, terus saya iyakan saja karena jarang ada acara seperti ini di Monas,” tuturnya.

Selain didominasi umat Islam, kegiatan ini juga dihadiri masyarakat dari berbagai agama. Suasana toleransi tampak ketika peserta nonmuslim menghormati umat Islam yang menunaikan shalat Magrib berjamaah.

Acara ini memang dirancang sebagai kegiatan lintas agama. Doa bersama dipimpin oleh tokoh-tokoh agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.

Rangkaian kegiatan meliputi zikir bersama, khataman Al-Qur’an, shalat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, hingga Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Untuk menunjang kenyamanan peserta, panitia juga menyediakan berbagai fasilitas, antara lain ratusan toilet serta ribuan keran wudu bagi jamaah yang datang dari berbagai daerah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.