Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Riset Ungkap Bahaya Mikroplastik di Laut Dalam

Riset Ungkap Bahaya Mikroplastik di Laut Dalam

riset-ungkap-bahaya-mikroplastik-di-laut-dalam
Riset Ungkap Bahaya Mikroplastik di Laut Dalam
service

Mikroplastik bukan lagi sekadar ancaman di daratan atau permukaan laut. Saat ini, partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter (mm) itu sudah mengancam laut dalam dengan kedalaman 200-2.000 meter dan mengancam biota. Muhammad Reza Cordova, ahli pencemaran laut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan, temuan mikroplastik di laut dalam Indonesia pertama kali terungkap dalam  penelitian 2015 di pesisir barat Sumatera. “Saat itu, dengan alat bantu terbatas, kami menemukan ada mikroplastik di kedalaman lautnya,” katanya kepada Mongabay. Menurut dia, masuknya mikroplastik ke lapisan terdalam lautan adalah karena partikel itu bersifat nonpolar yang terlihat menyerupai material organik, hingga memungkinkan partikel menempel pada marine snow. Marine snow atau salju laut  adalah hujan detritus organik yang terus-menerus jatuh dari lapisan permukaan laut yang kaya cahaya ke dasar laut yang gelap. Marine snow terdiri dari sisa-sisa tanaman/hewan mati, kotoran (feses), dan material anorganik lainnya. Ketika mikroplastik menempel pada salju laut, maka massa gabungan akan semakin berat, karena ada material organik hingga mikroorganisme. “Akumulasi mikroplastik mengganggu siklus karbon, merusak agregat alami, menghambat proses remineralisasi, dan efisiensi penyimpanan karbon secara jangka panjang,” katanya. Dia bilang, apa yang terjadi saat ini, menggambarkan bahwa ancaman sedang mengintai bumi dan berdampak pada penurunan ekologis, misalnya gangguan pada biota laut. Hasil pengujian temukan mikroplastik di hampir seluruh spesimen. Ancaman yang mengintai laut dalam, terutama  kehidupan mikrofauna seperti foraminifera, kopepoda, dan nematoda yang kesulitan membedakan mikroplastik dengan makanan. Hal itu berisiko mengganggu pencernaan dan menyebabkan stres fisiologis. Peneliti Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) meneliti kandungan mikroplastik di dalam air hujan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.