Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Safar Jadi Nama Bulan Kedua Hijriah karena 3 Hal

Safar Jadi Nama Bulan Kedua Hijriah karena 3 Hal

safar-jadi-nama-bulan-kedua-hijriah-karena-3-hal
Safar Jadi Nama Bulan Kedua Hijriah karena 3 Hal
service

Jakarta, NU Online

Umat Islam saat ini tengah memasuki akhir bulan Muharram 1448 H  dan akan memasuki bulan Safar 1448 H dalam beberapa hari ke depan. Dalam bahasa Arab, kata Safar memiliki makna kosong atau sepi.

Makna tersebut sejalan dengan suasana yang terjadi pada bulan tersebut di perkampungan Arab. Sebab, kosong yang dimaksud adalah sepinya perkampungan Arab saat datang bulan tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H).

“Di balik penamaan bulan Safar tidak lepas dari keadaan orang Arab tempo dulu pada bulan ini. Safar yang memiliki arti “sepi” atau “sunyi” sesuai keadaan masyarakat Arab yang selalu sepi pada bulan Safar,” tulis Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Bangkalan, dalam tulisannya di NU Online berjudul Bulan Safar: Latar Belakang Nama dan Mitos Kesialan di Dalamnya yang dikutip pada Ahad (13/7/2026).

Pasalnya, lanjut Ustadz Sunnatulah, orang-orang keluar meninggalkan rumah untuk perang dan bepergian di bulan Safar tersebut sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya.

Ibnu Manzhur (wafat 771 H) juga, terang Ustadz Sunnatulah, menyebut penamaan Safar dilatari perkampungan Arab kosong. Hal itu juga atas faktor kebiasaan mereka memerangi setiap kabilah yang datang.

Selain alasan tersebut, kosong di bulan tersebut bukan saja perkampungannya, tetapi juga kabilah-kabilah tersebut harus pergi tanpa bekal (kosong). Sebab, mereka meninggalkan bekal tersebut akibat rasa takut pada serangan orang Arab.

Di samping itu, alasan lain penamaan Safar juga dilatari pengosongan lahan mereka pada bulan setelah Muharram dalam kalender Qamariah itu. Sebab, orang Arab memiliki kebiasaan memanen semua tanaman yang mereka tanam. Penjelasan demikian ini sebagaimana termaktub dalam kitab Lisanul ‘Arab karya Muhammad al-Anshari. 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.