Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata endemik Pulau Kalimantan yang mudah dikenali dari hidungnya yang panjang dan besar, terutama pada jantan dewasa. Ciri fisik inilah yang membuatnya populer dengan julukan “Monyet Belanda”. Sebutan tersebut berkembang sejak masa kolonial karena hidung besar dan wajah kemerahan bekantan dianggap menyerupai gambaran orang Belanda pada masa itu. Julukan ini bukan nama ilmiah, melainkan sebutan yang hidup di tengah masyarakat Kalimantan. Hidung besar bukan sekadar penanda penampilan. Pada bekantan jantan, hidung yang menggantung hingga menutupi sebagian mulut diduga membantu memperkuat suara panggilan sekaligus menarik perhatian betina. Ukuran tubuh jantan juga jauh lebih besar dibandingkan betina. Wajah bekantan tidak ditutupi rambut, sedangkan warna tubuhnya terlihat mencolok: bagian punggung berwarna cokelat kemerahan, sementara perut dan anggota tubuhnya putih keabu-abuan. Ekornya pun sangat panjang, hampir sama dengan panjang tubuhnya. Keunikan lain bekantan terlihat pada bentuk perutnya yang buncit. Bekantan memiliki sistem pencernaan khusus dengan lambung beruang yang membantu memfermentasi daun dan bahan tumbuhan berserat. Makanannya sebagian besar berupa daun, buah, bunga, kulit pohon, serta sesekali serangga dan kepiting. Mereka cenderung memilih tumbuhan dengan kandungan serat kasar dan protein yang tinggi. Meski terlihat tambun, bekantan merupakan pemanjat pohon sekaligus perenang yang tangguh. Jari-jari kakinya memiliki selaput yang membantu mereka berenang dan menyeberangi sungai, bahkan terkadang dengan melompat langsung dari pohon ke air. Bekantan hidup dalam kelompok sosial yang unik. Ada kelompok yang terdiri atas seekor jantan dewasa dengan beberapa betina dan anak-anaknya, serta kelompok yang seluruh anggotanya merupakan jantan. Mereka lebih banyak beraktivitas di atas tajuk pohon dan sering memilih…This article was originally published on Mongabay
Satwa Terancam Punah Ini Dijuluki “Monyet Belanda”, Padahal Hidupnya di Hutan Mangrove Kalimantan
Satwa Terancam Punah Ini Dijuluki “Monyet Belanda”, Padahal Hidupnya di Hutan Mangrove Kalimantan





Comments are closed.