Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. SD Mexico di Jaksel, Saksi Bisu Persahabatan Indonesia dan Meksiko yang Kini Jadi Cagar Budaya

SD Mexico di Jaksel, Saksi Bisu Persahabatan Indonesia dan Meksiko yang Kini Jadi Cagar Budaya

sd-mexico-di-jaksel,-saksi-bisu-persahabatan-indonesia-dan-meksiko-yang-kini-jadi-cagar-budaya
SD Mexico di Jaksel, Saksi Bisu Persahabatan Indonesia dan Meksiko yang Kini Jadi Cagar Budaya
service

SD Mexico di Jaksel, Saksi Bisu Persahabatan Indonesia dan Meksiko yang Kini Jadi Cagar Budaya


Di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ada sebuah sekolah legendaris yang menjadi saksi persahabatan Indonesia dan Meksiko sejak lama. Ialah SD Meksiko atau SDN Gunung 05 Pagi.

Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih ±4.638 meter persegi, SD Meksiko memiliki bentuk bangunan yang khas zaman dahulu. Bangunan sekolahnya hanya terdiri dari satu tingkat.

Dindingnya terbuat dari bata berplester. Sementara itu, bagian kelasnya menggunakan dinding kamprot berwarna hijau. Di seluruh bangunan sekolah, elemen-elemen kayu banyak dijumpai di struktur balok, pintu, serta jendela.

SD Meksiko merupakan bukti persahabatan Indonesia dan Meksiko yang sudah dijalin sejak masa Presiden Soekarno. Bagaimana ceritanya?

Kenapa Namanya SD Meksiko?

Beralamat di Jl. Hang Lekir B No.53, Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, SDN Gunung 05 Pagi dulunya adalah sekolah Belanda. Kemudian, sekolah ini berganti menjadi Sekolah Rakjat Blok H.

Melalui situs resmi SDN Gunung 05 Pagi, diterangkan bahwa SD tersebut berdiri pada 1954. Kemudian, tahun 1962 namanya diubah menjadi Sekolah Dasar Meksiko alias Escuela Republica de Mexico. Kenapa tiba-tiba diubah?

Alasannya cukup menarik. Di masa itu, Indonesia memang menjalin banyak relasi dengan negara-negara lain, terutama negara-negara nonblok. Soekarno secara khusus melawat ke Amerika Latin di akhir tahun 1950-an. Saat itu, Meksiko menjadi salah satu negara tujuannya.

Ia bertemu dengan Presiden Meksiko serta tokoh kenegaraan lainnya. Di sela-sela kunjungannya, Soekarno mengunjungi sekolah di Tacuba, Meksiko. Uniknya, sekolah tersebut kemudian diresmikan namanya menjadi La Escuela Republica de Indonesia atau Sekolah Republik Indonesia di Meksiko sebagai bukti kerekatan kedua negara.

Nah, sebagai bentuk ‘balasan’, Indonesia pun mengubah nama salah satu sekolahnya di wilayah ibu kota menjadi Sekolah Dasar Meksiko. Peresmiannya pun dihadiri langsung oleh Presiden Soekarno dan Presiden Meksiko Adolfo Lopez.

Ada sebuah prasasti bersejarah yang ada di lingkungan sekolah. Prasasti itu menjadi saksi bisu kuatnya persahabatan Indonesia dan Meksiko.

Baik sekolah di Indonesia dan Meksiko, seluruhnya merupakan bentuk kerja sama konkret kedua negara di bidang pendidikan. Sekolah Meksiko mengenalkan budaya Meksiko ke siswa Indonesianya, pun sebaliknya.

Menyadur dari Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia, pihak Kedutaan Meksiko beberapa kali berkunjung ke SD Meksiko. Semetara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Meksiko juga beberapa kali berkunjung ke Sekolah Republik Indonesia, khususnya saat perayaan kemerdekaan Indonesia.

Namun, pada tahun 1979, SD Meksiko berganti nama menjadi SDN Gunung 05 Pagi. Perubahan itu terjadi karena pemerintah memecah SD Meksiko menjadi dua sekolah. Akan tetapi, dua sekolah yang dipecah itu kembali disatukan di kemudian hari.

Nama ‘SDN Gunung 05 Pagi’ ini juga masih dipakai hingga saat ini. Meskipun demikian, identitasnya sebagai Sekolah Meksiko tetap abadi hingga saat ini.

Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

Kawan GNFI, pada Agustus 2025, Gubernur DKI Jakarta melalui Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 732 Tahun 2025, resmi menetapkan SDN Gunung 05 Pagi sebagai Bangunan Cagar Budaya. Sekolah ini memenuhi beberapa kriteria dasar untuk ditetapkan sebagai bangunan bersejarah nasional, salah satunya menjadi penanda hubungan antara Indonesia dengan Meksiko.

Sebelum ditetapkan sebagai situs cagar budaya, Tim Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB) Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan kunjungan awal ke SDN Gunung 05 Pagi sejak Juni 2024. Sebulan setelahnya, tim melakukan peninjauan lanjutan serta mengumpulkan data dokumentasi sebagai bukti.

Penetapan ini menjadi pengakuan bahwa SDN Gunung 05 Pagi memiliki akar sejarah yang kuat serta bernilai penting bagi sejarah. Dengan demikian, sekolah ini menjadi salah satu aset warisan budaya yang dilindungi dan dijaga agar terus lestari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.