Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Sejak Muda, KH Hasanuddin Kriyani Aktif di Masjid dan Dunia Pendidikan

Sejak Muda, KH Hasanuddin Kriyani Aktif di Masjid dan Dunia Pendidikan

sejak-muda,-kh-hasanuddin-kriyani-aktif-di-masjid-dan-dunia-pendidikan
Sejak Muda, KH Hasanuddin Kriyani Aktif di Masjid dan Dunia Pendidikan
service

Cirebon, NU Online 

Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH Hasanuddin Kriyani wafat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada Rabu (12/8/2026) siang. Kewafatannya menjadi duka mendalam bagi masyarakat.

Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani mewakili keluarga dan Buntet Pesantren mengisahkan sosok pamannya tersebut semasa hidupnya yang dekat dengan masjid dan aktif di dunia pendidikan.

“KH Hasanuddin Kriyani termasuk sosok yang dekat sekali dengan masjid. Beliau sejak usia 30 tahun giat mengimami jamaah di Masjid Agung Buntet Pesantren hingga di usia sepuhnya,” katanya saat pelepasan jenazah di Masjid Agung Buntet Pesantren, Kamis (13/8/2026).

“Selain kealimannya, beliau juga tokoh dalam dunia pendidikan di Buntet Pesantren,” lanjut anggota Dewan Sepuh Pondok Buntet Pesantren itu. 

Sementara itu, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Aqil Siroj dalam sambutannya juga turut menyampaikan rasa kehilangannya di depan ribuan santri dan jamaah. 

“Mbah Kiai Hasanuddin termasuk seorang ulama. Dan kita patut bersedih sebab kehilangan ulama. Karena barang siapa yang tidak susah (sedih) sebab kehilangan orang saleh, maka ia seorang yang munafik,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu.

Setelah proses pelepasan di Masjid Agung Buntet Pesantren, para santri, masyarakat, dan jamaah dari luar kota berbondong-bondong mengiringi Almarhum KH Hasanuddin Kriyani menuju peristirahatan terakhirnya di Makbaroh Gajah Ngambung untuk dimakamkan.

Menurut penuturan Muhammad Ayrof Abduk, putranya, Kiai Hasanuddin wafat sangat mendadak mengingat tidak ada gejala sebelumnya. Keberangkatannya ke Jakarta dalam rangka menjalani pemeriksaan kesehatan berkala.  

Sebelumnya, Pondok Buntet Pesantren juga berduka dengan wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza pada 1 Juni 2026 lalu. Belum genap 100 hari, pesantren yang didirikan Mbah Muqoyyim pada abad 18 ini kembal berduka dengan wafatnya KH Hasanuddin Kriyani yang baru diamanahi sebagai sesepuh.

Diketahui, KH Hasanuddin Kriyani sejak muda diamanahi masyayikh Pondok Buntet Pesantren sebagai kepala madrasah mulai tsanawiyah hingga aliyah. Almarhum juga menjadi imam shalat rawatib di Masjid Agung Buntet Pesantren. Di Nahdlatul Ulama, Almarhum pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon masa khidmah 2006-2011.

Kontributor: Farhat Kamal

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.