Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Porsi Makan Anak 2 Tahun dan Cara Menghitung Kandungan Gizinya

Porsi Makan Anak 2 Tahun dan Cara Menghitung Kandungan Gizinya

porsi-makan-anak-2-tahun-dan-cara-menghitung-kandungan-gizinya
Porsi Makan Anak 2 Tahun dan Cara Menghitung Kandungan Gizinya
service

Jakarta

Si Kecil kini telah tumbuh menjadi balita yang lebih mandiri dan sudah bisa menyantap makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Hal ini menjadikan waktu makan sebagai momen kebersamaan keluarga yang menyenangkan. Betul ya, Bunda?

Dengan energi yang melimpah dan rasa ingin tahu yang besar terhadap dunia sekitarnya, anak 2 tahun yang sedang dalam masa pertumbuhan. Oleh karena itu, Si Kecil pun membutuhkan asupan energi dan nutrisi yang cukup dari makanan sehari-hari untuk mendukung gaya hidupnya yang aktif.

Saat menginjak usia dua tahun, anak sebaiknya mengonsumsi tiga kali makanan utama yang sehat setiap harinya, ditambah dengan satu atau dua kali camilan. Secara umum, anak usia 2 tahun membutuhkan sekitar 1.000 hingga 1.400 kalori per hari, tergantung pada tingkat aktivitasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, cobalah untuk tidak terlalu terpaku pada jumlah makanan yang disantap anak dalam satu kali makan sebaliknya. Bunda juga perlu fokus pada pertumbuhan anak secara keseluruhan serta total asupan makanannya selama satu minggu.

Meski demikian, perhatikan juga apa yang disajikan di meja makan. Hal ini karena Bunda tentu tidak ingin memberikan makanan secara berlebihan kepada anak saat waktu makan tiba.

Aturan porsi dan waktu makan anak usia 2 tahun

Di usia 2 tahun, frekuensi makan sama seperti usia 1 tahun, Bunda. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, anak berusia 2 tahun biasanya membutuhkan tiga kali makan utama, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Tak hanya itu, Si Kecil di usia ini juga membutuhkan dua kali camilan sehat yang diberikan dengan jeda waktu setiap 2 hingga 3 jam sepanjang hari.

1. Makanan utama

Makanan utama harus memiliki isi piring yang lengkap. Misalnya dalam satu piring, harus mengandung:

  • 7 sdm atau 125 gram makanan pokok atau sumber karbohidrat
  • 50 gram protein hewani
  • 1/2 mangkok kecil atau 50 gram sayur
  • 1 potong sedang (30 gram) protein nabati
  • 5 sdm atau 50 gram lemak tambahan seperti santan
  • 2 potong kecil atau 75 gram buah

Prinsip makanan anak usia 2 tahun yaitu cukup kandungan gizi, memperhatikan kebersihan, dan cukup cairan (5-7 gelas per hari)

2. Makanan ringan

Untuk makanan ringan atau camilan, dikutip dari Healthy Eating Research, camilan sebaiknya mencakup jenis makanan dari dua kelompok pangan (misalnya, buah-buahan dan produk susu). Contoh satu kali porsi camilan mengandung:

  • 1/4 cangkir buah potong
  • 1/2 cangkir susu atau turunannya

Apa yang perlu dibatasi dalam mengonsumsi camilan adalah makanan dan minuman dengan tambahan gula, seperti kue kering dan minuman buah. Lalu, makanan tinggi lemak jenuh dan natrium, seperti kentang goreng dan makaroni keju kemasan

Contoh porsi makan anak usia 2 tahun yang ideal

Porsi makan anak usia 2 tahun bisa mengacu pada isi piringku Kemenkes RI. Namun, untuk penjabaran yang lebih lengkap, berikut contoh porsi makan anak usia 2 tahun yang ideal sesuai dengan kelompok pangan!

1. Makanan pokok

Makanan bertepung dan sumber karbohidrat seperti roti, sereal sarapan, kentang, ubi, nasi, pasta menyediakan energi, nutrisi, serta sejumlah serat.

Bunda bisa memberikan makanan biji-bijian utuh (whole grain) kepada anak, seperti roti gandum utuh, pasta, dan beras merah. Namun, sebaiknya jangan hanya memberikan makanan bertepung dari biji-bijian utuh kepada anak yang berusia di bawah dua tahun.

Untuk anak berusia 2 tahun, porsi sekali makan karbohidrat bertepung (seperti nasi, pasta, kentang, atau roti) sebaiknya sekitar 1/4 hingga 1/3 cangkir (dalam kondisi sudah matang) per waktu makan atau kira-kira seukuran kepalan tangan kecil anak tersebut. Usahakan untuk memberikan sekitar 3 hingga 4 porsi kecil karbohidrat yang dibagi sepanjang hari.

2. Protein hewani

Anak-anak usia dini membutuhkan protein dan zat besi untuk tumbuh kembangnya. Ikan, telur, serta daging merupakan sumber protein dan zat besi yang sangat baik.

Usahakan selalu menyertakan protein hewani dalam isi piring, misalnya dalam satu porsi, 5 ekor udang ukuran sedang (90 gr), 3 butir telur (150 gr), potongan ikan, daging tanpa lemak, atau daging unggas tanpa kulit seukuran telapak tangan (90 gr).

3. Protein nabati

Usahakan untuk memberikan setidaknya 2 porsi protein nabati seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu kepada anak. Misalnya, dalam satu porsi makan, anak disuguhkan dua blok atau 170 gram kecil tahu sutra, 3/4 cangkir atau 120 gram kacang-kacangan matang misalnya lentil, kacang polong, dan lainnya.

4. Sayur dan buah

Buah dan sayuran mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat. Sebaiknya kita mulai memperkenalkan beragam jenis buah dan sayuran sejak anak berusia sekitar 6 bulan. Karena setiap jenis buah dan sayuran memiliki kandungan vitamin dan mineral yang berbeda, semakin banyak jenis yang dikonsumsi balita, semakin baik.

Dalam satu porsi makan, isi piring 1/4 bagian dengan sayuran matang. Bisa juga pada saat makan camilan, Bunda bisa tawarkan seperti 1 buah apel, jeruk, pir, atau mangga ukuran kecil atau 1 potong nanas, pepaya, atau semangka, 10 butir anggur/lengkeng, atau 1 buah pisang ukuran sedang.  

Jangan khawatir jika pada awalnya mereka hanya mau makan satu atau dua jenis saja. Teruslah tawarkan buah dan sayuran lain dalam porsi kecil agar mereka bisa belajar menyukai berbagai rasa dan tekstur.

Mengapa mengukur porsi makan anak itu penting?

Mengukur porsi makan anak itu penting karena kita juga membantu memastikan pertumbuhan fisik yang optimal, perkembangan otak yang sehat, serta pencegahan masalah kesehatan di masa depan seperti obesitas pada anak atau malnutrisi.

Mengukur nilai gizi makanan anak yang berusia dua tahun di rumah tidak memerlukan laboratorium ataupun uji kimia yang rumit. Hal ini dapat dilakukan dengan aman melalui pemantauan kelompok makanan harian dan pengukuran porsi seperti yang dijelaskan sebelumnya, Bunda.

Bahkan, dalam beberapa kasus, seperti grafik pertumbuhan anak menurun atau berat badannya bertambah terlalu cepat, lalu kebiasaan memilih-milih makanan dan punya penyakit kronis orang tua perlu menghitung kalori makan yang anak dapatkan. Untuk pengukuran seperti ini, perlu ada dokter dan ahli gizi untuk memantau.

Contoh jadwal makan anak 2 tahun

anak makanIlustrasi/Foto: Getty Images/M-image

Berikut contoh jadwal makan dan contoh menu anak 2 tahun seperti dikutip dari laman Healthy Children:

Sarapan (07.00)

  • ½ cangkir susu rendah lemak atau tanpa lemak
  • 1 lembar roti gandum utuh
  • ⅓ cangkir buah misalnya pisang, melon jingga yang dipotong-potong atau stroberi
  • 1 butir telur

Camilan pagi (09.00)

  • 4 keping biskuit/crackers dengan keju atau ½ cangkir buah yang dipotong-potong atau buah beri
  • ½ cangkir air

Makan siang (12.00)

Berikut porsi makan siang yang bisa jadi acuan Bunda menurut aturan isi piringku Kemenkes RI:

  • 7 sdm nasi putih
  • 50 gr paha ayam goreng
  • ½ mangkok kecil atau 50 gr tumis labu siam wortel
  • 1 potong tahu ukuran sedang

Camilan sore (15.00)

  • ½ cangkir susu
  • ½ buah apel (diiris tipis), ⅓ cangkir anggur (dipotong-potong) atau ½ buah jeruk

Makan malam (18.00)

  • ±57 gram ikan atau daging
  • 7 sdm nasi putih
  • ½ mangkok kecil sayuran
  • 1 potong tempe
  • 2 potong kecil pepaya

Cara agar anak lahap makan sesuai porsinya

Berikut cara agar anak lahap sesuai porsinya seperti dikutip berbagai sumber:

1. Jadilah panutan yang baik

Anak tentu menjadikan Bunda dan Ayah sebagai teladan. Jadi, selalu praktikkan kebiasaan makan sehat di hadapan anak-anak dan teruslah menjadi contoh yang baik bagi mereka.

2. Berikan waktu baginya untuk makan

Tidak perlu terburu-buru saat anak sedang makan. Berikan waktu baginya untuk mengunyah dengan baik dan menikmati cita rasa makanannya. Pujian dan kata-kata penyemangat biasanya sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kita menghargai usahanya saat makan. Jangan memaksa anak menghabiskan semua makanan di piringnya atau memarahinya karena tidak mau memakan sesuatu.

3. Ajarkan anak tentang kesehatan dan gizi kapan pun kita bisa

Gizi bukanlah topik yang hanya terbatas di meja makan. Ajaklah Si Kecil membantu di dapur saat menyiapkan makanan, ia bisa membantu mencuci buah dan sayuran sementara kita menjelaskan tentang serat dan vitamin. Bunda juga bisa melibatkan Si Kecil berbelanja ke supermarket dan tunjukkan cara memilih makanan yang lebih sehat.

4. Jangan jadikan makanan sebagai hadiah atau hukuman

Menawarkan sepotong cokelat sebagai imbalan jika anak berkelakuan baik, tidak akan membantu anak membangun hubungan yang sehat dengan makanan. Hal ini justru bisa membuatnya mengaitkan makanan yang tinggi gula, lemak, dan kalori dengan perasaan bahagia atau menganggap makanan tersebut lebih menarik dibandingkan pilihan yang lebih sehat.

Seberapa sering anak berusia 2 tahun merasa lapar?

Anak berusia dua tahun biasanya merasa lapar dan perlu makan setiap 2 hingga 3 jam. Hal ini berarti mereka umumnya membutuhkan makanan sekitar 5 hingga 6 kali sehari, yang terbagi menjadi 3 waktu makan utama dan 2 hingga 3 kali camilan sehat, karena mereka memiliki ukuran lambung yang kecil serta tingkat aktivitas yang tinggi.

Itulah penjelasan tentang porsi makan anak dan cara menghitung kandungan gizinya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.