Sun,3 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Studi Baru: Potensi Tangkap dan Simpan Karbon (CCS) Jauh Lebih Kecil dari Perkiraan Sebelumnya

Studi Baru: Potensi Tangkap dan Simpan Karbon (CCS) Jauh Lebih Kecil dari Perkiraan Sebelumnya

studi-baru:-potensi-tangkap-dan-simpan-karbon-(ccs)-jauh-lebih-kecil-dari-perkiraan-sebelumnya
Studi Baru: Potensi Tangkap dan Simpan Karbon (CCS) Jauh Lebih Kecil dari Perkiraan Sebelumnya
service

  Sebuah analisis di Jurnal Nature menunjukkan kapasitas penyimpanan karbon bawah tanah dunia (carbon capture and storage/CCS), mungkin hanya sekitar 1.460 gigaton CO₂—jauh lebih rendah dari estimasi sebelumnya hingga 55.000 gigaton. Potensi kebocoran, pencemaran air, dan risiko seismik membuat banyak lokasi tidak layak, sehingga CCS hanya dapat menurunkan suhu global sekitar 0,7°C, bukan 5–6°C seperti klaim lama. Perdebatan muncul di kalangan ahli, lembaga seperti Global CCS Institute menilai metode penelitian itu terlalu konservatif, dengan menunjukkan bahwa proyek-proyek CCS yang ada tetap aman dan penting untuk target iklim global. Di luar CCS, peneliti mendorong penguatan cara penyimpanan karbon berbasis alam—reforestasi, perlindungan ekosistem, dan konservasi—yang memberikan manfaat ganda bagi keanekaragaman hayati dan keseimbangan iklim.   Sebuah analisis baru memperlihatkan bahwa kapasitas penyimpanan karbon dioksida yang digadang-gadang dapt menahan laju pemanasan global tambahan ternyata lebih terbatas daripada yang diperkirakan dalam studi-studi lainnya. Dengan memperhitungkan berbagai risiko yang terkait dengan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), studi tersebut menemukan bahwa penyimpanan karbon di lokasi bawah tanah yang dianggap sesuai kemungkinan hanya akan mampu menurunkan suhu global sekitar 0,7°C. Angka ini jauh di bawah estimasi sebelumnya yang memproyeksikan potensi penurunan sebesar 5–6°C, walhasil menjadikan CCS tampak kurang menjanjikan dibandingkan dugaan awal. CO2 yang ditangkap dari atmosfer disuntikkan ke dalam lapisan bumi melalui proses penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS). Gambar: Global CCS Institute. Keefektifan Penyerapan Lewat CCS Dipangkas Bentuk CCS yang paling umum adalah dengan menyuntikkan CO2 ke dalam formasi batuan bawah tanah, yang secara teoritis dapat mengurungnya dan mencegah…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.