Data emisi gas rumah kaca (GRK) dari industri batubara masih belum akurat. Selama ini, pemerintah terlalu fokus pada karbon dioksida (CO2), sedang, beberapa emisi, seperti metana (CH4), banyak yang tak tercatat. Riset Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) bersama Publish What You Pay (PWYP) mengungkapkan itu. Sebelumnya, Kajian EMBER pada 2024 menyebut, emisi tambang batubara berpotensi delapan kali lebih besar dari data resmi yang pemerintah Indonesia keluarkan. Astrid Meliala, dari EITI, menyebut, emisi GRK industri itu termasuk dinitrogen oksida (N2O), hydrofluorocarbons (HFCs), perfluorocarbons (PFCs), sulfur heksafluorida (SF6), dan metana. Sementara, metana tambang batubara, menurut kajian EMBER, memiliki dampak yang lebih besar terhadap perubahan iklim ketimbang CO2. Dia menjelaskan sumber GRK perusahaan batubara terbagi menjadi tiga. Pertama, emisi langsung dari operasi perusahaan. Kedua, emisi tidak langsung, yaitu berupa pembelian listrik, panas, dan uap yang perusahaan gunakan. Ketiga, emisi selama aktivitas di rantai pasok. Metana merupakan salah satu GRK dari kelompok pertama yang perusahaan batubara hasilkan sebagai emisi fugitive, yaitu gas yang terlepas dari lapisan batubara selama proses ekstraksi. “Sayangnya, metana ternyata tidak termasuk dalam parameter yang dimultiplikasi oleh pemerintah.” Indonesia sebenarnya sudah punya berbagai kebijakan yang mengatur pelaporan emisi. Salah satunya, Peraturan Presiden 98/2021. Pada implementasinya, perusahaan masih menggunakan metodologi dan teknologi pelaporan yang berbeda-beda, sehingga menghasilkan data yang tidak konsisten. Belum lagi, ada masalah transparansi data. Meski pemerintah telah memiliki berbagai aplikasi pada sistem pelaporan emisi, namun data tersebut belum bisa publik akses secara langsung. Sebab, datanya bersifat internal untuk pemerintah dan perusahaan. Seharusnya, kata Astrid, data itu terbuka agar masyarakat…This article was originally published on Mongabay
Tak Hitung Metana, Data Emisi Industri Batubara Sebenarnya Lebih Tinggi
Tak Hitung Metana, Data Emisi Industri Batubara Sebenarnya Lebih Tinggi





Comments are closed.