Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tak Lolos SNBP, Sejumlah Siswa Pilih Fokus Persiapan Tes hingga Bekerja

Tak Lolos SNBP, Sejumlah Siswa Pilih Fokus Persiapan Tes hingga Bekerja

tak-lolos-snbp,-sejumlah-siswa-pilih-fokus-persiapan-tes-hingga-bekerja
Tak Lolos SNBP, Sejumlah Siswa Pilih Fokus Persiapan Tes hingga Bekerja
service

Batang, NU Online

Saat hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) diumumkan pada Selasa (31/3/2026), tidak semua siswa merasakan kebahagiaan. Di tengah harapan yang telah disiapkan sejak lama, ada beberapa siswa yang justru harus menerima kenyataan tidak lolos, meski telah mengumpulkan berbagai prestasi selama masa sekolah.

Salah satunya Ananda Adelia Putri, siswi kelas XII jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) 01 Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang mengaku sudah optimis.

“Yang saya rasakan sangat optimis karena sudah memberikan yang terbaik dan mencantumkan sertifikat dari olimpiade yang telah saya ikuti selama belajar. Namun setelah melihat hasil SNBP yang merah saya merasa bahwa ternyata banyak sekali teman-teman yang jauh lebih berprestasi di luar sana,” ujar Adelia kepada NU Online pada Rabu (1/4/2026).

Adelia mengatakan pernah meraih juara 1 bidang Biologi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten Batang, serta konsisten meraih peringkat satu sejak kelas X hingga kelas XII di MA NU 01 Banyuputih. Bahkan pernah menjadi lulusan terbaik saat duduk di MTs Al Islam Limpung.

“Peringkat satu kelas, alhamdulillah dari kelas sepuluh. Sebenernya dari kelas dua SD meraih peringkat satu. Di MTs juga, alhamdulillah lulusan terbaik 1,” ujar Adelia.

Ia memilih jurusan Bioteknologi di Universitas Diponegoro sebagai pilihan realistis, meski sebelumnya memiliki cita-cita di bidang hukum. Namun, hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.

Menurutnya, sistem SNBP masih terasa sulit diprediksi. “Mungkin karena SNBP itu jalur yang sangat sulit diketahui cara lolos seleksinya,” katanya.

“Banyaknya teman yang mengeluh mendapat merah padahal prestasinya banyak, mungkin terkesan sedikit tidak sesuai dengan nama SNBP sendiri yang berbasis prestasi,” keluhnya.

Meski demikian, siswi asal Desa Kepundung, Reban, Batang, Jawa Tengah itu berusaha ikhlas dan mengambil hikmah dari hasil yang didapat.

“Mungkin ketika melihat teman-teman di sosial media yang mendapat biru terkadang masih sedikit kecewa, namun sebanyak apapun saya menangis dan kecewa tidak akan mengubah apapun hasil SNBP. Jadi saya mulai bangkit dan menyusun strategi untuk UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) tahun depan. Orang tua menenangkan dan memberi motivasi untuk selalu bersemangat dan tidak putus asa kedepannya, karena semua yang ditakdirkan dari Allah selalu yang terbaik,” ungkapnya.

Ke depan, Adelia memilih mengambil gap year untuk mempersiapkan diri lebih matang, termasuk bekerja dan mengikuti kursus bahasa Inggris serta bimbingan belajar guna meningkatkan peluang di seleksi berikutnya.

Respons serupa juga disampaikan Hadad Alwi Assidni, siswa kelas XII MIPA MA NU 01 Banyuputih yang memiliki prestasi non-akademik. Aktivis Pramuka yang pernah menjadi Paskibra Kabupaten Batang itu mengaku kecewa saat pertama kali melihat hasil SNBP yang tidak sesuai harapan.

“Perasaan saya tentu kecewa karena tidak mendapatkan hasil yang memuaskan atau dinyatakan tidak lolos,” katanya.

Berbeda dengan Adelia, Hadad memilih jurusan Gizi di Universitas Diponegoro karena melihat peluang kerja yang menjanjikan di bidang tersebut. Setelah menerima hasil, Hadad tidak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan. Ia mengaku telah menyiapkan rencana lain untuk masa depannya.

“Saya mulai bangkit kembali karena sudah menyiapkan rencana lain,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, ia berencana bekerja di luar kota sambil mempertimbangkan peluang lain yang bisa ditempuh.

“Harapannya, teman-teman bisa tabah menerima kenyataan dan mulai bangkit kembali. Karena masih banyak peluang yang bisa didapatkan,” harapnya.

Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Eduart Wolok menyebut sebanyak 178.981 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dari jumlah tersebut 155.543 diterima di perguruan tinggi negeri akademik.

“Sementara 23.438 siswa diterima di PTN vokasi,” kata Eduart dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.