Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Tak Perlu Jauh-jauh ke Skotlandia, Banyuwangi Juga Punya Glenmore Versi Lokal

Tak Perlu Jauh-jauh ke Skotlandia, Banyuwangi Juga Punya Glenmore Versi Lokal

tak-perlu-jauh-jauh-ke-skotlandia,-banyuwangi-juga-punya-glenmore-versi-lokal
Tak Perlu Jauh-jauh ke Skotlandia, Banyuwangi Juga Punya Glenmore Versi Lokal
service

Mesin uap Glenmore Banyuwangi | Pemkab Banyuwangi


Glenmore, nama ini mungkin masih asing di telinga sebagian Kawan GNFI. Nama ini merujuk di beberapa tempat di dunia, seperti Glenmore di Skotlandia, Glenmore di Amerika Serikat, Glenmore di Australia, hingga Glenmore di Indonesia.

Meskipun namanya sama, tak semua tempat itu betul-betul memiliki keterikatan sejarah satu sama lain. Namun, lain halnya dengan Glenmore di Skotlandia dan Glenmore di Indonesia yang konon memiliki keterkaitan sejarah.

Glenmore di Skotlandia merupakan kawasan taman hutan nasional yang terletak di kaki Pegunungan Cairngorm. Glenmore versi Skotlandia membentang seluas 5.000 hektare dengan keindahan khas alam dataran tinggi Eropa.

Berbeda dengan Glenmore versi “bule”, Glenmore versi Indonesia merupakan sebuah kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Letak Kecamatan Glenmore juga cukup strategis karena berada di jalan nasional yang menghubungkan Banyuwangi Kota dan Genteng dengan Kabupaten Jember.

Disadur dari Badan Pusat Stastik Kabupaten Banyuwangi 2025, Kecamatan Glenmore menempati luas area sekitar 421,98 km2. Kecamatan ini mencakup delapan desa/kelurahan, yakni Karangharjo, Tulungrejo, Sumbergondo, Bumiharjo, Sepanjang, Tegalharjo, dan Margomulyo.

Kenapa Dinamakan Glenmore?

Secara historis, konon nama “Glenmore” memang diambil dari kawasan di Skotlandia. Di sisi lain, ada juga yang mneyebut jika nama ini digunakan untuk menamai perkebunan milik seorang pengusaha asal Skotlandia bernama Ros Taylor, yaitu Glenmore Estate, yang didirikan pada awal abad ke-20.

Istilah “Glenmore” sendiri berasal dari bahasa Gaelik (bahasa asli Skotlandia). “Glen” berarti bukit besar atau kawasan dataran tinggi yang sejuk, sedangkan “More” berarti hamparan tanah yang berkontur.

Nama ini dirasa cocok untuk kawasan di lereng selatan Gunung Raung tersebut karena tanahnya yang berbukit-bukit dan udaranya yang sangat sejuk.

Glenmore: Dari Hutan Belantara Jadi Perkebunan Modern

Sebelum dikenal sebagai Glenmore, wilayah ini adalah hutan belantara yang tidak tersentuh penduduk. Perubahan besar terjadi setelah disahkannya Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870 yang membuka pintu bagi investor asing untuk mengelola lahan di Hindia Belanda.

Merangkum dari penelitian Fiqqi Dikrulloh yang bertajuk Sejarah Perkembangan Glenmore Estate di Banyuwangi Tahun 1920-1928, pada 2 Februari 1910, Ros Taylor secara resmi memulai usaha perkebunannya dengan menanam komoditas ekspor utama seperti karet, kopi, dan kakao. Dalam membuka lahan ini, Ros Taylor bekerja sama dengan mitra lokal bernama Mbah Yasin, seorang mantan pejabat dari Sidoarjo yang dipercaya pemerintah untuk menemani sang investor.

Masa Puncak Kejayaan dan Nuansa “Sepetak Eropa” Kawasan Glenmore berkembang pesat pada periode 1920-1928. Saking majunya kawasan ini kala itu, di tahun 1920 dibangun pabrik pengolahan hasil perkebunan oleh firma asal Surabaya (Firma Carl Schlieper) dengan mesin-mesin yang didatangkan langsung dari Inggris.

Selain itu, demi mempermudah ekspor ke Eropa, dibangun jalur kereta api dan dua stasiun, yaitu Stasiun Krikilan dan Stasiun Kempit.

Di sisi lain, fasilitas kesehatan turut dibangun. Saat itu, himpunan pengusaha perkebunan Eropa membangun Klinik Krikilan pada tahun 1911 untuk menjamin kesehatan para buruh dan warga Eropa di sana.

Pesatnya perkembangan ini menarik banyak warga Eropa untuk bermigrasi dan menetap di Glenmore. Mereka membangun pemukiman khusus di daerah yang sekarang dikenal sebagai Sepanjang.

Di sana, gaya hidup Eropa sangat kental dengan tersedianya fasilitas mewah pada masanya, seperti lapangan tenis, hotel, dan sekolah khusus Eropa (ELS). Hal inilah yang membuat Glenmore sering dijuluki sebagai “Sepetak Eropa di Tanah Jawa”.

Selain itu, nama “Glenmore” juga masih digunakan untuk nama sebuah stasiun, yakni Stasiun Glenmmore. Stasiun Glenmore juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.