Sat,8 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Tak Sekadar Jago Basket, DBL Wajibkan Anak SMA Punya Nilai Rapor Bagus Dulu kalau Mau Main

Tak Sekadar Jago Basket, DBL Wajibkan Anak SMA Punya Nilai Rapor Bagus Dulu kalau Mau Main

tak-sekadar-jago-basket,-dbl-wajibkan-anak-sma-punya-nilai-rapor-bagus-dulu-kalau-mau-main
Tak Sekadar Jago Basket, DBL Wajibkan Anak SMA Punya Nilai Rapor Bagus Dulu kalau Mau Main
service

7 Agustus 2026 19.39 WIB • 2 menit

Penantian penggemar DBL akhirnya tuntas. Kompetisi bola basket antarsekolah terbesar di Indonesia itu dimulai untuk jadi panggung bagi para bintang basket pelajar Tanah Air.

Gemuruh semangat terpancar dari DBL Arena, Surabaya, Kamis (6/8/2026). Di sana, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 resmi dimulai. Ribuan penonton membuat suasana ajang yang juga sekaligus menjadi bagian dari Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java itu begitu semarak.

Setiap tahunnya, DBL selalu ditunggu-tunggu para pencinta basket. Maklum saja, meski “hanya” turnamen antarsekolah yang pemainnya adalah anak-anak SMA, pertandingannya selalu dikemas dengan begitu menarik dan penuh hiburan.

Pertandingan DBL memang tidak hanya menyuguhkan aksi-aksi pemain di lapangan. Ada pula hal lain yang sayang untuk dilewatkan, seperti kompetisi dance, bahkan bukan sekali dua kali pula musisi top tampil membawakan lagu-lagunya di sela-sela pertandingan.

DBL juga diselenggarakan di berbagai daerah, mulai dari Aceh sampai Papua. Dengan demikian, penggemar basket yang tersebar di segala penjuru Indonesia punya kesempatan untuk menikmati serunya DBL. Untuk tahun ini sendiri, DBL digelar di 31 kota di 22 provinsi di Indonesia.

Di wilayah East Java-North atau DBL Surabaya sendiri, musim ini pesertanya ada 139 tim dari 94 sekolah di berbagai kota. Selain Surabaya, ada pula sekolah dari Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, dan Lamongan. Untuk pertama kalinya, turut berpartisipasi perwakilan dari Bangkalan, Madura, yakni SMAN 2 dan SMAN 3.

Dari 31 kota yang jadi lokasi penyelenggaraan DBL, Surabaya bisa dibilang adalah kota yang spesial. Bukan tanpa alasan, Surabaya memiliki sejarah panjang bersama DBL. Di Kota Pahlawan inilah DBL pertama kali digelar pada 2004, yang mana itu menjadi titik awal lahirnya ekosistem kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia.

“Tahun ini kami sangat antusias kembali membuka rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day di Surabaya. Kota ini memiliki sejarah yang sangat penting bagi DBL karena menjadi tempat semuanya dimulai. Dari Surabaya, semangat DBL kemudian tumbuh hingga menjangkau berbagai kota di Indonesia,” ujar Direktur DBL Indonesia, Masany Audri.

Sebagai kota di mana DBL pertama kali digelar, dari Surabaya pula mulai dikenal luasnya turnamen basket yang mengusung konsep student-athlete, yakni menempatkan prestasi akademik sebagai salah satu syarat utama peserta melalui evaluasi nilai rapor. Dengan demikian, bisa dipastikan para pemain yang berlaga di DBL adalah siswa yang tidak melupakan kewajiban belajarnya meski juga sibuk berlatih basket.

Konsep tersebut terus dipertahankan hingga memasuki musim ke-22 penyelenggaraan DBL. Hingga kini, setiap pelajar yang ingin bermain masih tetap harus punya nilai pelajaran yang baik, baru boleh ikut serta.

Jika ditelisik lebih dalam, bisa dipahami mengapa DBL begitu ngotot mengharuskan pemainnya untuk punya catatan akademik yang baik. Ternyata, DBL memang didesain bukan sekadar menjadi kompetisi olahraga, melainkan sebuah ekosistem yang mendukung anak-anak Indonesia untuk bermain, belajar, bertumbuh, sekaligus mengejar mimpi mereka. DBL paham betul tidak semua pemainnya akan jadi atlet profesional. Oleh karena itulah, DBL ingin membentuk mental dan karakter pemainnya sebagai modal untuk menghadapi masa depan, terlepas dari apapun profesi mereka nantinya.

“Sejak awal kami percaya olahraga bukan hanya tentang mencetak juara atau atlet profesional. Sebab, sebagian besar pemain DBL nantinya akan menjadi profesional di berbagai bidang kehidupan. Yang ingin kami bangun adalah nilai-nilai yang mereka bawa setelah lulus dari DBL, seperti disiplin, kerja keras, kepemimpinan, sportivitas, kemampuan bekerja sama, hingga tanggung jawab,” kata Masany.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.