Sat,25 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Tekanan Inflasi Terkendali, Konsumsi Masyarakat Masih Menguat di Awal 2026

Tekanan Inflasi Terkendali, Konsumsi Masyarakat Masih Menguat di Awal 2026

tekanan-inflasi-terkendali,-konsumsi-masyarakat-masih-menguat-di-awal-2026
Tekanan Inflasi Terkendali, Konsumsi Masyarakat Masih Menguat di Awal 2026
service

KABARBURSA.COM – Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, memproyeksikan tekanan inflasi pada awal 2026 tetap berada dalam batas terkendali. Hal ini didorong oleh kondisi pasokan pangan yang relatif stabil dan kondusif.

“Kestabilan ini memberi ruang bagi konsumsi masyarakat untuk terus tumbuh secara terukur dan berkelanjutan,” ujar Andry dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.

Tingkat konsumsi masyarakat memang menunjukkan perbaikan pada akhir 2025, sejalan dengan lonjakan aktivitas belanja selama momentum Natal dan Tahun Baru. Tren positif ini diperkirakan berlanjut di awal 2026, ditopang berbagai program dan stimulus pemerintah, serta dorongan musiman dari Ramadhan dan Idul Fitri pada kuartal I, yang secara historis memperkuat permintaan domestik.

Stabilnya konsumsi tercermin dari inflasi tahunan yang masih terkendali di 2,92 persen year on year (yoy) pada Desember 2025, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini masih berada dalam kisaran target inflasi 2025 sebesar 1,5–3,5 persen, mencerminkan harga yang relatif stabil di tengah aktivitas ekonomi yang terus berjalan.

Secara bulanan, inflasi Desember 2025 tercatat 0,64 persen month to month (mom). Secara historis, akhir tahun memang identik dengan peningkatan inflasi, seiring meningkatnya permintaan masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru. “Kenaikan ini menandai penguatan konsumsi pada akhir tahun,” kata Andry.

Daya beli masyarakat juga terlihat membaik, tercermin dari inflasi inti yang naik 0,20 persen mom pada Desember 2025, lebih tinggi dibandingkan November yang sebesar 0,17 persen mom. Inflasi inti ini mencerminkan dinamika permintaan domestik yang relatif stabil dan berkelanjutan. Andry menambahkan, kenaikan ini dipicu oleh penguatan konsumsi domestik pada pengujung tahun, serta pengaruh kenaikan harga emas.

Aktivitas konsumsi yang solid juga terlihat dari Mandiri Spending Index (MSI) yang meningkat 17 persen secara bulanan pada Desember. Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) naik 0,37 persen mom, lebih tinggi dari 0,24 persen mom pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi penyesuaian tarif tiket pesawat dan harga bahan bakar minyak (BBM) selama libur Natal dan Tahun Baru.

Secara keseluruhan, data terbaru BPS menunjukkan konsumsi masyarakat masih berada dalam tren positif, dengan harga yang tetap stabil meski permintaan bersifat musiman. Kondisi ini menegaskan peran penting konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.